Tiba-tiba Ingat Kisah Yunus Saat Diobati, Fano Langsung Akui Kesalahannya dan Bertobat
Sumber: jawaban.com

Family / 31 August 2023

Kalangan Sendiri

Tiba-tiba Ingat Kisah Yunus Saat Diobati, Fano Langsung Akui Kesalahannya dan Bertobat

Claudia Jessica Official Writer
980

Sebagai anak sulung, aku seringkali diminta orang tuaku untuk jaga adik karena mereka harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga kami. Karena kami tinggal di Lembean Timur, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, ayahku bekerja sebagai nelayan. Jadi ia sering berlayar untuk mencari nafkah bagi keluarga kami. Terkadang uang yang terkumpul dari hasil menjala tidak cukup, jadi kadang-kadang ayah kerja serabutan untuk mendapatkan uang tambahan.

Karena keadaan ekonomi, terkadang ibu membantu ayah mencari nafkah untuk keluarga kami. Makanya aku sering diminta untuk jaga ketiga adikku. Tapi sebagai seorang anak yang masih berusia 12 tahun, aku ingin menghabiskan waktuku bermain dengan teman-temanku yang lain. Makanya kalau sudah pulang sekolah, aku buru-buru ambil sepeda dan pergi dari rumah meski ibu teriak-teriak, “Fano fanooo...” memanggilku untuk jaga adik.

 

BACA JUGA: Berkat Belajar Firman Aku Percaya Tuhan Sanggup Selesaikan Masalah Kita!

 

Biasanya aku pergi ke rumah Rafael atau menjemputnya untuk pergi main di tempat di lain.

Peristiwa buruk pun datang padaku. Waktu itu aku dibonceng Rafael di sepedaku, tiba-tiba kami hilang keseimbangan dan terjatuh. Kakiku masuk ke rantai sepeda sampai robek. Kami segera pergi ke puskesmas karena lukanya cukup parah. Saking sakitnya, aku tak kuasa menahan tangisan.

Selama kakiku diobati, tiba-tiba aku teringat kisah Yunus yang aku pelajari di sekolah minggu Superbook setiap minggu di gerejaku, Gereja Baptis Tiberias Atep Oki, Minahasa, Sulawesi Utara.

Yunus lari dari panggilan Tuhan, dia tidak mau menaati perintah Tuhan dan malah pergi ke tempat lain karena ketidaktaatannya. Aku tidak mau jadi seperti Yunus, aku minta maaf sama ibu, mengakui kesalahanku, dan janji tidak akan melawan lagi kalau dinasehati dan tidak akan kabur kalau dimintai tolong.

 

BACA JUGA: Kuasa Tuhan Mengubah Keluargaku yang Berantakan – Charlie

 

Dari kisah Fano, kita bisa lihat bahwa pemuridan tidak bisa dilakukan hanya sekali. Kita perlu melakukannya berulang-ulang dengan konsisten hingga tertanam di hati anak-anak. Peristiwa jatuhnya Fano dari justru membawanya pada pertobatan ketika ia teringat kisah Yunus.

Yuk ikut bersama CBN Indonesia memuridkan anak-anak melalui Superbook, jadilah bagian dari kami.

 

Saya mau memuridkan anak-anak lewat Superbook

Sumber : jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami