Guru Jadi Profesi No 1 Korban Pinjol, Bagaimana Menjaga Keuangan Keluarga Tanpa Berhutang?
Sumber: Blog Justika

Finance / 21 August 2023

Kalangan Sendiri

Guru Jadi Profesi No 1 Korban Pinjol, Bagaimana Menjaga Keuangan Keluarga Tanpa Berhutang?

Claudia Jessica Official Writer
1300

Hidup di zaman modern seringkali diwarnai dengan berbagai tantangan finansial yang sulit diatasi. Mulai dari biaya hidup, biaya pendidikan anak, dan mungkin juga untuk menunjang gaya hidup. Akhirnya banyak pasangan memilih berhutang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan menghidupi keluarga.

Melansir detikfinance, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan profesi korban pinjol ilegal sebagai berikut:

Guru: 42%

Korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK): 21%

Ibu rumah tangga: 18%

Karyawan: 9%

Pedagang: 4%

Pelajar: 3%

Tukang pangkas rambut: 2%

Pengemudi ojek online: 1%

 

BACA JUGA: 3 Tips Bijak Penggunaan Paylater agar Terhindar Hutang

 

Dalam riset No Limit Indonesia 2021, mengungkapkan sebanyak 1.433 orang terjerat pinjaman online untuk membayar hutang, 542 orang hutang karena latar belakang ekonomi menengah ke bawah, 499 orang terjerat hutang karena ingin mencairkan dana lebih cepat, 365 orang ingin memenuhi kebutuhan gaya hidup, dan 297 orang karena alasan mendesak.

Namun, berhutang bukanlah solusi jangka panjang yang ideal. Dalam artikel ini, kami akan membahas mengapa banyak pasangan menghadapi kesulitan finansial dan memberikan solusi untuk menjaga keuangan keluarga tanpa harus berhutang.

Tantangan Finansial yang Dihadapi Banyak Pasangan

#1 Kenaikan Biaya Hidup

Biaya hidup yang terus meningkat, seperti harga makanan, pendidikan, dan perumahan, seringkali melebihi kenaikan pendapatan. Ini bisa membuat pasangan kesulitan untuk mengatur keuangan tanpa memilih berhutang.

#2 Tidak Memiliki Tabungan Darurat

Kehidupan penuh ketidakpastian, dan tanpa tabungan darurat yang cukup, pasangan dapat merasa terdesak saat menghadapi situasi darurat seperti kehilangan pekerjaan atau masalah kesehatan.

 

BACA JUGA: Dana Darurat vs Hutang, Mana yang Harus Didahulukan?

 

#3 Pola Konsumsi yang Tidak Terkendali

Kebiasaan mengeluarkan uang tanpa perencanaan yang matang dapat mengakibatkan pasangan terjebak dalam lingkaran hutang.

Solusi untuk menjaga keuangan keluarga yang dapat Anda lakukan untuk menghindari hutang adalah:

#1 Buat Anggaran yang Realistis

Buatlah anggaran keluarga yang mencakup pengeluaran rutin dan pengeluaran darurat. Tetapkan prioritas dalam anggaran, seperti kebutuhan dasar, pendidikan, dan tabungan.

#2 Siapkan Tabungan Darurat

Prioritaskan pembuatan tabungan darurat yang cukup untuk mengatasi situasi tak terduga. Ini memberikan keamanan finansial dan mengurangi tekanan untuk berhutang.

#3 Kurangi Hutang yang Ada

Jika sudah ada hutang, buatlah rencana untuk membayar hutang secara konsisten. Utamakan membayar hutang dengan suku bunga tinggi terlebih dahulu.

#4 Hindari Pembelian Impulsif

Hindari pembelian impulsif dan konsumsi berlebihan. Sebelum membeli sesuatu, pertimbangkan apakah itu benar-benar diperlukan atau hanya keinginan sesaat.

 

BACA JUGA: Untung Atau Buntung? Begini Cara Pake Kartu Kredit Biar Gak Jadi Beban Hutang

 

#5 Tingkatkan Pengetahuan Tentang Keuangan

Pelajari tentang manajemen keuangan, investasi, dan cara mengelola uang dengan bijaksana. Pengetahuan ini akan membantu pasangan membuat keputusan finansial yang lebih cerdas.

#6 Cari Tambahan Pendapatan

Pikirkan tentang cara-cara untuk meningkatkan pendapatan keluarga, seperti pekerjaan sampingan atau usaha kecil-kecilan. Pendapatan tambahan ini dapat membantu menjaga keuangan tanpa harus berhutang.

Menghadapi sulitnya hidup dan tantangan finansial adalah kenyataan bagi banyak pasangan. Namun, berhutang bukanlah satu-satunya solusi. Dengan membuat perencanaan keuangan yang matang, mengatur anggaran, dan meningkatkan pengetahuan tentang manajemen uang, pasangan dapat menjaga keuangan keluarga dengan lebih baik dan menghindari beban hutang yang berlebihan. Menjaga keuangan keluarga yang sehat adalah investasi jangka panjang untuk masa depan yang lebih baik.

Sumber : jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami