Kenapa Fenomena Pergeseran Moralitas Remaja Meningkat di Era Sosial Media?
Sumber: pexels.com

Relationship / 6 April 2023

Kalangan Sendiri

Kenapa Fenomena Pergeseran Moralitas Remaja Meningkat di Era Sosial Media?

Wisnu Prianggani Contributor
1808

Perkembangan teknologi dan informasi yang semakin maju, termasuk sosial media, telah memberikan dampak besar pada kehidupan manusia, terutama perilaku remaja. Di era yang serba instan ini, siapa pun, termasuk remaja, dapat dengan mudah mengakses berbagai informasi melalui media sosial. Meskipun media sosial memberikan manfaat bagi penggunanya, namun kita juga menyadari bahwa kelebihannya membawa dampak negatif, seperti fenomena amoral yang kini banyak ditemukan pada remaja masa kini.

Menurut Iwan Setiawan, yang berprofesi sebagai Lay Preacher and Counselor sekaligus ketua komunitas sosial media ministry Instagram @ideclare, mengungkapkan bahwa terdapat dua sudut pandang yang menjadi dasar perubahan perilaku di kalangan anak muda saat ini yaitu muncul fenomena dimana anak muda mengalami perubahan moral dan isu-isu penting yang perlu mendapat perhatian. Ia menyampaikan bahwa fenomena perubahan moralitas pada anak muda ini dapat dilihat dari 2 pandangan, yaitu pandangan teologis dan pandangan sosiologi. 

 

Pandangan Teologis

Dunia ini semakin mengalami penuaan yang ditandai dengan semakin banyaknya perbuatan jahat yang terjadi di dalamnya, dan tanda-tanda masa akhir semakin terlihat jelas. Hal ini sejalan dengan pesan yang tertulis dalam Kitab Efesus 5:15-16, yaitu “Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.” Saat ini, tindakan kriminal yang dulunya mungkin dilakukan oleh seseorang pada masa kuliah, bahkan sudah dapat terjadi pada anak-anak SD. Bukti dari hal ini adalah munculnya kasus-kasus kejahatan yang dilakukan oleh remaja di bawah umur seperti bullying, tawuran, dan bahkan tindakan kriminalitas yang lebih serius.

 

Pandangan Sosiologis

Fenomena amoral remaja masa kini diperkuat oleh ilmu sosial. Selain karena kegagalan dalam pengembangan moral dan etika pribadi, perilaku amoral remaja juga dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti lingkungan sosial dan media sosial. Lingkungan sosial dan media sosial mendorong ke arah keinginan untuk mendapatkan segala sesuatunya secara instan, sehingga menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi perilaku manusia. Media sosial memberikan akses instan terhadap pengetahuan positif dan negatif, dan telah dikonsumsi oleh segala rentang usia, bahkan sejak lahir.

Namun, seberapa besar pengaruh sosial media terhadap fenomena amoral remaja? Berdasarkan sebuah penelitian yang berjudul The Influence of Social Media on Adolescent Behavior, yang ditulis oleh Amalia Fitriana, Sri Lestari, dan Yusuf Pratama di dalam Journal of Educational Science and Technology, Vol. 6, No. 2 (2020) membahas tentang bagaimana sosial media mempengaruhi perilaku remaja, termasuk perubahan perilaku menjadi lebih amoral. Penelitian ini dilakukan dengan melibatkan 200 remaja di Jakarta dan sekitarnya yang berusia antara 15-18 tahun. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media sosial yang berlebihan dapat meningkatkan risiko perilaku amoral pada remaja.

Sangat mengkhawatirkan melihat fenomena amoral pada remaja masa kini. Namun, sebagai anggota keluarga yang bijak, kita harus memberikan pemahaman dan tindakan yang tepat untuk mencegahnya. Pendidikan tentang penggunaan media sosial yang bijak harus ditekankan dan perlu melakukan pengawasan serta pembatasan penggunaan media sosial bagi remaja. Kita harus bersama-sama membangun generasi yang lebih baik dan bertanggung jawab.

Seperti ada tertulis dalam Mazmur 119:9-11 yang mengatakan, “Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu. Dengan segenap hatiku aku mencari Engkau, janganlah biarkan aku menyimpang dari perintah-perintah-Mu. Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau.” Ayat ini mengajarkan pentingnya mengenal dan hidup menurut firman Tuhan, sehingga kita dapat menghindari tindakan amoral dan hidup dengan benar di hadapan-Nya.

Dari dua pandangan yang disampaikan, dapat disimpulkan bahwa fenomena amoral remaja masa kini adalah suatu permasalahan yang kompleks. Dalam pandangan teologis, perubahan perilaku remaja merupakan tanda dari semakin dekatnya masa akhir yang ditandai dengan semakin banyaknya perbuatan jahat yang terjadi di dunia. Sementara itu, pandangan sosiologi menekankan faktor lingkungan sosial dan media sosial sebagai pendorong perilaku amoral remaja. Keduanya memiliki kesamaan bahwa perubahan perilaku remaja masa kini sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor di sekitarnya, baik itu dari dalam diri sendiri maupun lingkungan sosial dan media sosial.

Oleh karena itu, para orangtua, pendidik, dan masyarakat perlu bekerja sama untuk membentuk moral dan etika yang baik serta memberikan pengawasan dan pembatasan yang tepat pada penggunaan media sosial remaja. Mari bersama-sama membentuk generasi yang berkarakter baik dan mampu menghadapi tantangan di masa depan. Seperti yang tertulis dalam Amsal 22:6, “Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu.”

Halaman :
1

Ikuti Kami