Perbedaan Antara Penggemar dan Pengikut Kristus, Anda yang Mana?
Sumber: canva.com

Kata Alkitab / 27 March 2023

Kalangan Sendiri

Perbedaan Antara Penggemar dan Pengikut Kristus, Anda yang Mana?

Wisnu Prianggani Contributor
1788

Tahukah Anda bahwa terdapat perbedaan signifikan antara istilah penggemar dan pengikut? Sebagai orang Kristen, kita juga disebut sebagai pengikut Kristus, yaitu orang yang tidak hanya memiliki minat atau kepercayaan terhadap Kristus, tetapi juga harusnya siap untuk mengikuti-Nya dengan memprioritaskan kehendak-Nya di atas kehendak pribadi kita. Namun, pertanyaannya adalah apakah Anda benar-benar menjadi seorang pengikut Kristus atau justru memiliki idola lain yang lebih diutamakan daripada mematuhi ajaran Kristus?

Jika kita sering melihat media sosial belakangan ini, pasti sudah tidak asing lagi bagi dengan drama tak berkesudahan yang berasal dari dua selebriti terkenal bernama Selena Gomez dan Hailey Bieber terkait hubungan mereka dengan Justin Bieber. Kita tidak akan membahas ketiga selebriti ini, tetapi yang akan kita bahas adalah apa yang menjadi sorotan publik terkait permasalahan mereka, yaitu bagaimana para penggemar mereka melakukan tindakan yang sudah melebihi batas.

 

Baca Juga: 5 Cara Orangtua Ajarkan Anak Biar Gak Jadi Penggemar Fanatik

 

Dari perkembangan drama terbaru mereka, melalui unggahan Instagram Stories Selena Gomez, ia menyebut bahwa Hailey Bieber menghubunginya setelah menerima ancaman pembunuhan dan pesan-pesan kebencian dari para penggemar fanatik. Dan respon Selena adalah memberikan pembelaan terhadap Hailey Bieber setelah ia mendapat ancaman pembunuhan tersebut.

Dari drama tersebut kita bisa menyimpulkan bahwa fenomena fanatisme ini dapat terlihat pada beberapa penggemar yang dengan sangat giat mengikuti segala gerak-gerik idola mereka dan dengan mudah membiarkan hal itu mengambil alih hidup mereka. Mereka mengorbankan waktu, uang, dan energi untuk menghalalkan segala cara demi mendukung idola mereka.

Perbedaan antara pengikut dan penggemar Kristus sebenarnya telah dijelaskan di dalam Alkitab. Dalam Lukas 9:23-24, Yesus berkata, “Kata-Nya kepada mereka semua: ”Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku. Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya.” Dalam ayat ini, Yesus menegaskan bahwa mengikutinya bukanlah sekadar pengaguman atau kepercayaan semata, tetapi juga memerlukan pengorbanan dan komitmen yang tinggi.

 

Baca Juga: Ingin Jadi Fans yang Bijak? Ini yang perlu Orang Percaya Lakukan

 

Sebagai pengikut Kristus, kita harus siap untuk menyangkal keinginan dan kepentingan pribadi, serta memprioritaskan kehendak Tuhan dalam hidup kita. Kita juga harus siap untuk mengambil risiko dan menghadapi tantangan dalam mematuhi ajaran-ajaran Kristus dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai orang Kristen, kita seharusnya memperkuat komitmen dan konsistensi kita dalam mempraktikkan ajaran-ajaran Kristus dalam kehidupan sehari-hari. Kita harus menempatkan Tuhan sebagai prioritas utama dalam hidup kita dan siap untuk mengorbankan diri dalam mematuhi kehendak-Nya. Seperti yang dikatakan Yesus dalam Matius 6:33, “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.”

Dalam kaitannya dengan fanatisme terhadap idola di masa kini, sebagai orang Kristen kita harus mengingatkan diri kita sendiri untuk tidak terlalu terobsesi pada hal-hal yang sifatnya sementara dan fana. Sebaliknya, kita harus fokus pada pengembangan iman dan hubungan yang dekat dengan Kristus, serta berusaha untuk menjadi teladan yang baik bagi orang lain.

Halaman :
1

Ikuti Kami