Biar Anak Tak Jadi Generasi Strawberry, Yuk Lakukan 6 Langkah Pengasuhan Ini...
Sumber: floresnews.id

Parenting / 8 March 2023

Kalangan Sendiri

Biar Anak Tak Jadi Generasi Strawberry, Yuk Lakukan 6 Langkah Pengasuhan Ini...

Bella Tiurma Official Writer
2216

Kesehatan mental sangat penting bagi anak. Karena kondisi ini sangat menentukan bagaimana anak mampu menghadapi tekanan hidup di berbagai situasi dan mampu mengerjakan sesuatu secara produktif. Namun kesehatan mental anak bisa terganggu karena berbagai faktor baik yang datang dari dalam maupun luar anak. Mental anak saat ini termasuk ke dalam generasi strawberry, suatu generasi yang mudah rapuh, menyerah dan sakit hati. Sehingga peran orang tua membentuk mental anak yang kuat sangat diperlukan. 

Kesehatan mental yang terganggu dipengaruhi oleh peristiwa dalam kehidupan yang meninggalkan dampak yang besar di dalam diri dan tingkah laku anak. Gangguan mental anak juga sangat berpengaruh terhadap cara berpikir anak dalam menyelesaikan masalah. Dengan cepat menyerahnya anak dalam menyelesaikan suatu persoalan, hal ini membuat anak zaman sekarang tergolong generasi strawberry. Peran orang tua membentuk mental anak sangat penting. Jangan sampai anak memiliki hasrat untuk menyakiti dirinya atau mengakhiri hidupnya. 

 

Baca Juga : Muncul Istilah Generasi Geprek dan Generasi Strawberry, Apa Itu?

 

Seperti yang telah terjadi beberapa waktu lalu, siswa SD asal Banyuwangi berinisial MR mengakhiri hidupnya. Diduga MR mengalami perundungan atau bullying yang dilakukan oleh teman-temannya. Perundungan ini terjadi lantaran MR tidak memiliki ayah, sehingga ia menerima bullying di sekolah. 

Dikutip oleh Detik.com, pemerhati anak dan pendidikan, Retno Listyarti menggarisbawahi penyebab bunuh diri tidak terdiri atas faktor tunggal saja. Melainkan pada kasus MR ini, kondisi ia kehilangan sosok ayah dan menerima perundungan bisa menjadi faktor utama MR mengakhiri hidupnya. Retno menekankan semestinya ada perhatian khusus saat ada perubahan sikap MR. 

Retno mengingatkan pada kasus MR ini merupakan salah satu kasus yang menjadi pelajaran mahal. Ketika setiap orang dewasa tidak peka dalam melihat perubahan tingkah laku anak, maka sang anak akan merasa tidak ada yang menolong untuk keluar dari masalah tersebut dan tidak ada jalan keluar lagi. Agar anak tidak menjadi generasi strawberry, perlu adanya dukungan yang diberikan orang tua kepada anak.

 

Baca Juga : 14 Ayat Alkitab yang Berbicara Tentang Kesehatan Mental

 

6 langkah peran orang tua membentuk mental anak yang kuat sebagai upaya pencegahan terhindar dari gangguan mental. 

1. Memperhatikan Tugas Perkembangan Anak 

Bagaimana perkembangan anak dapat dipelajari oleh setiap orang tua sejak anak di dalam kandungan. Hal yang dapat dipelajari setiap orang tua bermula cara menjaga kesehatan fisik serta mental, hal-hal yang dilalui anak sesuai dengan usianya dan tugas yang perlu dilakukan anak.  

 

2. Menciptakan Hubungan Kedekatan (Quality Time) 

Membangun hubungan kedekatan anak dengan orang tua bukan hanya kehadiran fisik bersama anak, tetapi adanya komunikasi dan kedekatan emosional anak. Saat bersama anak, sebaiknya orang tua memberikan seluruh perhatian, pikiran, perasaan, dan perilaku hanya bersama sang anak. Hindari hal-hal yang membuat orang tua dapat terdistraksi, sehingga membuat suasana bersama anak menjadi tidak fokus. 

 

3. Menciptakan Kepercayaan Diri Anak 

Ketika anak telah membagikan cerita dan impian yang diinginkan, orang tua memberikan kesempatan untuk anak melakukannya secara mandiri. Orang tua hanya sebagai pendamping dan memperhatikan setiap yang dilakukan anak, seperti memperhatikan bahaya yang ditimbulkan dan keselamatan bagi anak. 

 

4. Mengelola dan menghargai Perasaan Anak 

Setiap anak memiliki perasaan yang perlu didengarkan dan dihargai oleh orang tua mereka sendiri. Ketika orang tua melihat anak menunjukkan perasaan yang sedang dirasakan, perhatikan dahulu apa penyebab anak itu merasakannya. Berikan kesempatan untuk anak mengeluarkan semua ekspresi. 

 

5. Membentuk Suasana Positif 

Jika terjadi selisih paham ketika sedang berdiskusi antara orang tua dan anak, selesaikan dengan kepala dingin dan gunakan tutur kata yang baik. Hindari adu argumen yang menggunakan emosi, karena anak belum dapat secara sempurna untuk memproses suatu masalah dengan baik. Serta dapat membantu anak untuk terhindar dari suasana yang membuat anak trauma. 

 

6. Mendampingi Anak 

Setiap anak tentunya mengalami kesulitan yang perlu dihadapi, dalam hal ini orang tua sangat berperan dalam mendampingi anak menyelesaikan setiap kesulitan. Orang tua memberitahukan langkah-langkah yang perlu dilakukan oleh anak, sehingga nantinya anak dapat melakukannya secara mandiri. 

 

Mental anak dibentuk dari rumah. Karena itu CBN fokus membangun ekosistem pemuridan yang holistik untuk membangun kesadaran bahwa masa depan anak berawal dari pengasuhan orang tua. Anak perlu mendapatkan bimbingan secara akademik, karakter dan spiritual. Jika Anda ingin tahu lebih banyak soal pelayanan pemuridan CBN, klik link di bawah ini. 

 

Pelayanan Pemuridan CBN Indonesia

Halaman :
1

Ikuti Kami