Fakta Alkitab: Ditemukan Jalan Ziarah Menuju Bait Suci di Yerusalem Pada Zaman Yesus
Sumber: jawaban.com

Fakta Alkitab / 24 January 2023

Kalangan Sendiri

Fakta Alkitab: Ditemukan Jalan Ziarah Menuju Bait Suci di Yerusalem Pada Zaman Yesus

Claudia Jessica Official Writer
262

Jalur peziarah yang menuju ke Bait Allah Yahudi di zaman kuno, disebut sebagai jalan raya alkitabiah.

Tempat, peristiwa, dan orang-orang yang ada di sanalah yang menjadikan Yerusalem sebagai Yerusalem bagi orang Kristen dan bagi orang Yahudi, semua terjadi di sini, di kota Daud.

Di sinilah detak jantung Yerusalem, yaitu di kolam Siloam, gunung Moria, dan Bukit Bait Suci. Kota Daud dan jalan ziarah yang menghubungkan semuanya.

Bagi orang Yahudi di zaman kuno, ziarah mereka dimulai di kolam Siloam. Kolam Siloam adalah tempat orang Yahudi melakukan ritual mandi atau penyucian. Ritual ini biasa disebut dengan Mikvah.

Kolam Siloam berukuran dua kolam renang Olimpiade. Orang-orang Yahudi akan menyucikan diri di kolam Siloam sebelum naik ke Bukit Bait Suci untuk menyembah Tuhan.

Kolam Siloam adalah tempat Yesus menyembuhkan orang buta seperti yang tertulis di kitab Yohanes. Lokasinya tertutup oleh jalan hingga 15 tahun yang lalu ketika kebocoran selokan, penggalian membawa orang-orang kepada kolam ini dan menemukan banyak hal lainnya.

Ketika arkeolog menemukan kolam Siloam, mereka mengerti bahwa jika itu kolamnya, maka mereka tahu dimana Bait Suci berada, yaitu di Bukit Bait Suci pada 2000 tahun lalu sekaligus tempat yang sama hari ini.

Ze'ev Orenstein dari The City of David Foundation mengatakan bahwa, para arkeolog bertanya-tanya bagaimana para peziarah melakukan perjalanan dari kolam ke Bukit Bait Suci?

Arkeolog memperluas penggalian sehingga sekarang kita bisa menemukan jawaban dari pertanyaan tersebut. Inilah jalan ziarah kuno.

Gambar: Jalan ziarah kuno, batu yang dilalui Yesus dalam perjalanannya ke Bait Allah


Ini adalah batu-batu yang dilalui Yesus dalam perjalanannya ke Bait Allah. Sekarang, makna penting dari penggalian jalan ziarah ini adalah bahwa untuk pertama kalinya dalam 2000 tahun, pengunjung dapat berjalan dari kolam siloam hingga Tembok Ratapan.

Dalam Alkitab, kata Ibraninya adalah “Aliyah b'regel, oleh regel” yang saat ini kita pahami sebagai pendakian spiritual. Anda mendaki ke bait suci, pergi ke Yerusalem, itu adalah tempat yang sangat suci.

Gambar: Kios di dua sisi jalan


Ketika berada di tempat yang tertulis di Alkitab, artinya firman Tuhan itu menjadi hidup. Jalan ini seperti Times Square dan Anda akan melihat dua sisi jalan. Perlu diingat bahwa jalan tersebut sekitar tiga, empat atau lima kali lebih lebar dari yang kita lihat di sini.

Anda dapat melihat kios toko di kedua sisi jalan. Inilah pusat Yerusalem dari perspektif spiritual, perspektif komunitas, dan perspektif perdagangan.

Menurut Otoritas Benda Purbakala Israel, pembangunan jalan tersebut memakan waktu 10 tahun dari tahun 20-30 M dan dibangun oleh Pontius Pilatus.

Salah satu masalah utama dari Yerusalem adalah kota yang hidup. Semua lapisan dari lapisan arkeologi dibangun diatas satu sama lain, dan semua tempat tinggal modern dibangun di atas lapisan arkeologi.

Manajer penggalian Ari Levy mengatakan bahwa membuka kembali jalan ini adalah keberhasil besar sistem konstruksi. Bahwasannya tepat di atas jalur peziarah yang ditemukan itu, terdapat pemukiman modern yang tidak ingin diruntuhkan.

Sepanjang perjalanan, Anda dapat melihat banyak tempat yang jalannya tetap utuh dan di tempat lain hancur karena berbagai sejarah perang terjadi di sini.

Diantara harta karun yang ditemukan adalah koin kecil yang dicetak selama pemberontakan besar Yahudi. Sebelum orang romawi menghancurkan Bait Allah dan Yerusalem pada tahun 70M, para ilmuwan sering bertanya-tanya mengapa orang Yahudi membuat koin yang tidak berharga dibandingkan senjata.

Orenstein punya jawabannya.

“Orang Yahudi di Yerusalem tahu bahwa orang romawi kemungkinan besar akan menghancurkan kota itu, tetapi mereka juga percaya bahwa suatu hari di masa depan, keturunan mereka akan kembali dan menemukan koin-koin ini, dan mereka akan tahu untuk apa yang nenek moyang mereka perjuangkan, yaitu membebaskan Yerusalem. Dan di sinilah kita, hampir 2000 tahun kemudian, berdiri di sepanjang jalan ziarah yang sama. Disini, di kota Daud, di Yerusalem, Ibu kota orang Yahudi, negara Israel.”

Setengah dari jalan ziarah akan segera dibuka untuk umum, dan dalam beberapa tahun, akan bisa dilalui mulai dari kolam siloam hingga Tembok Ratapan. Hal itu akan memberi pengunjung pengalaman langsung bagaimana rasanya menyembah Tuhan di jaman Yesus.

Chris Mitchell, CBN News, dari sepanjang jalan ziarah di kota Daud, Yerusalem.

 

Saksikan tayangan Fakta Alkitab tentang Jalan Ziarah Menuju Bait Suci di Yerusalem Pada Zaman Yesus di Youtube Jawaban Channel atau klik video di bawah ini:


Sumber : jawaban channel
Halaman :
1

Ikuti Kami