Suami Hati-hati Sama Sikap Ini Kalau Gak Mau Kayak Film Noktah Merah Perkawinan
Sumber: Media Indonesia

Relationship / 13 January 2023

Kalangan Sendiri

Suami Hati-hati Sama Sikap Ini Kalau Gak Mau Kayak Film Noktah Merah Perkawinan

Lori Official Writer
445

Seorang suami yang dewasa pasti akan berani menghadapi masalah dan mencari solusi. Sebaliknya suami yang suka mendiamkan dan kabur dari masalah, itu artinya dia masih belum memahami arti dari menjadi satu di dalam pernikahan. Tahukah Anda kalau konflik rumah tangga di dalam film Noktah Merah Perkawinan pun terjadi karena salah satu karakter suami ini. 

Alkitab mencatat bahwa fondasi pernikahan sejatinya ditulis di Matius 10: 6-8, “Sebab pada awal dunia, Allah menjadikan mereka laki-laki dan perempuan, sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu.”

Saat suami memilih diam ketika istri membahas konflik rumah tangga atau bahkan kabur dan membiarkan masalah tak terselesaikan, tanpa sadar suami sedang tidak membangun kesatuan di dalam pernikahan.

Dalam film Noktah Merah Perkawinan, Ambar yang berperan sebagai istri merasakan sulitnya menyelesaikan masalah dengan suaminya. Setiap konflik yang muncul selalu dihindari sampai akhirnya Ambar tak lagi sanggup menahan kemarahan dan kekesalannya dan memilih bercerai.

Pernikahan yang sudah dipersatukan Tuhan seharusnya berujung sampai kematian. Karena ini adalah komitmen dari dua orang yang memilih untuk menjadi satu. Namun tanpa persatuan dan kesepakatan dalam pernikahan, pernikahan bisa berakhir dengan cara yang tak diinginkan.

 

Baca Juga: Soal Memperlakukan Istri, Inilah 3 Suami di Alkitab yang Patut Diteladani!

 

Suami perlu memahami bahwa istri juga punya peran di dalam rumah tangga. Karena itu dia perlu dilibatkan di dalam mengambil keputusan, di dalam meresponi apapun yang sedang suami lakukan. Pernikahan bukan hanya tanggung jawab suami, tetapi juga istri. Karena itu para istri akan jauh lebih bahagia jika pasangannya:

1. Mau menyelesaikan masalah dengan komunikasi

Komunikasi yang baik adalah kunci dari hubungan yang sehat. Bagaimana mungkin istri bisa mengenal suami lebih baik jika keduanya jarang berkomunikasi?

Hal serupa berlaku saat muncul konflik. Saat istri mengajak suami membahas konflik bersama, suami perlu menanggapi dengan baik. Sekalipun istri terlihat marah, akan jauh lebih baik jika suami tetap ada untuk mendengarkan. Belajarlah untuk menjadi pribadi yang bisa menenangkan emosi istri. 

 

2. Melibatkan istri dalam segala hal, termasuk urusan keluarga

Keluarga, seperti orang tua atau saudara, bisa jadi toxic di dalam kehidupan rumah tangga. Seburuk apapun keluarga istri ataupun suami, kedua belah pihak harus tetap bersatu dan bersepakat untuk menghadapinya bersama. Suami tidak bisa mengambil keputusan sendiri dan menghadapi tabiat keluarga sendirian tanpa kesepakatan atau persetujuan dari istri. 

Menikah berarti menjadi satu. Jadi di dalam hal apapun itu, suami perlu sepakat dengan istri.

 

Baca Juga: Bukan Hanya Suami yang Punya Otoritas, Ketahui Juga Otoritas Istri Dalam Keluarga

 

3. Bekerja sama dengan istri dalam urusan anak dan rumah

Peran mendasar seorang suami adalah kepala keluarga dan bertanggung jawab untuk menghidupi istri dan anak. Tapi bukan berarti suami hanya fokus bekerja dan mengabaikan kerja sama tim di tengah keluarga. Istri membutuhkan kehadiran suami di rumah untuk membantunya mengerjakan berbagai hal, seperti membuat rumah jauh lebih indah dan tertata. Atau bergantian untuk mengurus anak. 

Kehadiran suami di rumah akan membuat istri merasa dicintai. Jadi jangan pernah berpikir jika istri lah yang harus mengurus rumah dan anak. Sementara suami hanya perlu sibuk bekerja dan mencari uang.

Pernikahan akan berhasil saat suami dan istri berjalan berdampingan. Sebelum menikah, ada dua pribadi yang begitu berbeda dan setelah menikah keduanya perlu menyesuaikan diri, baik secara karakter maupun tujuan. Meskipun akan menghadapi konflik, sudah seharusnya dihadapi dengan kasih. “Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.” (Kolose 3: 14)

Dan yang terpenting adalah suami istri perlu melibatkan Tuhan di dalam menjalani bahtera pernikahannya. Karena Tuhan punya rencana besar atas rumah tangga Anda. Jadi untuk memperoleh rencana tersebut, terus libatkan Dia.

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
1

Ikuti Kami