Ini Alasan Perceraian Bukan Bagian Dari Kehendak Tuhan Atas Pernikahan

Relationship / 14 November 2022

Kalangan Sendiri

Ini Alasan Perceraian Bukan Bagian Dari Kehendak Tuhan Atas Pernikahan

Lori Official Writer
621

Telah difirmankan juga: Siapa yang menceraikan isterinya harus memberi surat cerai kepadanya. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang menceraikan isterinya kecuali karena zinah, ia menjadikan isterinya berzinah; dan siapa yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berbuat zinah. - Matius 5:31-32

Ini bukan pertama kalinya penulis membaca dua ayat ini tetapi penulis akui bahwa ini adalah pertama kalinya penulis menyadari kata “tetapi” yang menandakan adanya konflik antara ayat 31 dan ayat 32 seperti banyak ayat lain yang Yesus katakan mulai dari ayat 27 yang menandakan konflik melalui kata transisi “tetapi”. Mengapa begitu penting bagi kita untuk tidak membaca sekilas ketika kita membaca Alkitab? Mengapa begitu penting bahwa kita tidak membaca Alkitab dengan mata kita tetapi dengan hati kita? 

Mengapa begitu penting bagi kita untuk membaca Alkitab secara perlahan dan mengajukan pertanyaan seperti apa maksud penulis menulis kalimat ini atau menggunakan kata-kata tertentu untuk mengungkapkan pikirannya? Kita tidak dapat menuangkan pikiran atau gagasan kita ketika membaca Alkitab karena kita bukan pengarangnya. Kita perlu bertanya kepada pengarangnya - Roh Kudus! Jika kita hanya membaca sekilas ketika kita membaca Alkitab atau membaca cepat karena kita merasa berkewajiban untuk membaca Alkitab, kita mungkin kehilangan poin yang sangat penting yang penulis coba sampaikan –  setiap pembaca harus memikirkan cara Penulis (Tuhan) berpikir.

 

Baca Juga: Apa Kata Alkitab Tentang Perselingkuhan? Inilah yang Harus Anda Lakukan

 

Pernyataan yang ditemukan setelah kata “tetapi” yang kita baca di ayat 32 adalah pemikiran baru yang bertentangan dengan pemikiran lama yang ditemukan di ayat 31. Penulis membawa kita ke tingkat pemikiran yang baru, Penulis ingin kita memiliki cara berpikir yang berbeda, Penulis ingin kita merubah pola pikir kita. Penulis mengemukakan alasan-Nya sendiri mengapa kita harus memiliki cara berpikir yang berbeda seperti yang dinyatakan dalam ayat 32. Tidak ada yang dapat memisahkan apa yang telah dipersatukan Allah selain kematian. 

Namun Yesus menambahkan pemikiran lain - selain “kematian” satu-satunya alasan lain yang dapat memisahkan apa yang telah dipersatukan Allah adalah “perzinahan.” Pernikahan bubar karena perzinahan karena yang melakukan zina mengatakan aku menjadi satu dengan orang lain yang aku tiduri. Selain perzinahan, tidak ada seorang pun yang dapat memisahkan apa yang telah dipersatukan Allah. Dengan kata lain tidak ada alasan lain yang dapat membubarkan pernikahan, yang berarti pernikahan itu tetap utuh sampai mati. Untuk alasan ini Yesus berkata, menceraikan pasangan selain perzinahan akan menyebabkan dia melakukan perzinahan; dan siapa pun yang menikahi seorang wanita (pria) yang diceraikan melakukan perzinahan.

 

BACA HALAMAN BERIKUTNYA --->

Sumber : Jawaban.com
Halaman :
12Tampilkan Semua

Ikuti Kami