Gerhana Bulan Total Melanda Indonesia, Begini Maknanya Menurut Alkitab

News / 8 November 2022

Kalangan Sendiri

Gerhana Bulan Total Melanda Indonesia, Begini Maknanya Menurut Alkitab

Lori Official Writer
552

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyampaikan bahwa fenomena gerhana bulan total akan melanda Indonesia pada Selasa, 8 November 2022 petang. Tentunya untuk menyaksikan fenomena alam ini, masyarakat perlu mengetahui waktu peristiwa terjadinya gerhana bulan total ini sesuai dengan zonasi wilayah.

Seperti dikutip dari laman lapan.go.id, gerhana bulan total bisa disaksikan di seluruh wilayah Indonesia kecuali Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Bengkulu.

Gerhana bulan total ini akan berlangsung selama 1 jam 24 menit dan 58 detik. Sementara durasi umbral (sebagian dan total) berlangsung selama 3 jam 39 menit dan 50 detik.

Adapun wilayah yang memungkinkan menyaksikan gerhana bulan total ini diantaranya:

Puncak Gerhana Bulan Total 

Waktu: Pukul 18.00.22 WIB/19.00.22 WITA/20.00.22 WIT 

Wilayah: Seluruh Indonesia, kecuali Aceh, Sumut, Sumbar, Bengkulu. 

 

Baca Juga: Blue Moon Akan Menerangi Langit Malam Ini, Apa Keistimewaannya?

 

Akhir Total (U3) 

Waktu: Pukul 18.41.37 WIB/19.41.37 WITA/20.41.37 WIT 

Wilayah: Seluruh Indonesia (Dapat teramati) 

 

Akhir Sebagian (U4) 

Waktu: Pukul 19.49.03 WIB/20.49.03 WITA/21.49.03 WIT Wilayah: Seluruh Indonesia (Dapat teramati) 

 

Akhir Penumbra (P4) 

Waktu: Pukul 20.56.08 WIB/21.56.08 WITA/22.56.08 WIT 

Wilayah: Seluruh Indonesia (Dapat teramati)

 

Makna Dibalik Gerhana Bulan Total

Gerhana bulan total pada 8 November 2022 ini akan menjadi gerhana bulan terakhir hingga 2025. Dalam prosesnya, bulan akan bergerak membentuk penumbra, lalu berubah menjadi gerhana parsial sekitar pukul 4 pagi di Amerika (atau sekitar pukul 4 sore di Indonesia).

Menariknya, fenomena ini bisa disaksikan dengan mata telanjang di wilayah Alaska dan Hawaii. Sementara Asia, Australia dan Selandia Baru akan kehilangan momen tersebut.

Sebagai gerhana bulan total terakhir hingga 14 Maret 2025 mendatang, ada banyak pendapat yang bermunculan terkait peristiwa ini. Sebagaimana dikutip dari Christianpost.com, bahwa gerhana bulan total kali ini terjadi bertepatan dengan akhir perayaan Purim atau pesta Yahudi dalam rangka merayakan pembebasan dari Haman di Persia, sebagaimana dituliskan dalam kitab Ester.

 

Baca Juga: Tertulis Di Kitab Wahyu, Benarkah Gerhana Bulan Baru-baru Ini Pertanda Akhir Zaman?

 

Lebih jauh lagi, banyak ahli Alkitab menilai bahwa gerhana bulan total bukanlah sekadar peristiwa alam semata. Tetapi lebih dari itu, fenomena tersebut dikaitkan dengan nubuatan di dalam Alkitab, terutama yang tertulis di Yoel 2: 31, “Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari TUHAN yang hebat dan dahsyat itu.”

Ayat ini juga disampaikan ulang di dalam Kisah Para Rasul 2: 20. Namun referensi Alkitab yang paling dramatis tentang bulan darah ini tertulis dalam Wahyu 6: 12, “Maka aku melihat, ketika Anak Domba itu membuka meterai yang keenam, sesungguhnya terjadilah gempa bumi yang dahsyat dan matahari menjadi hitam bagaikan karung rambut dan bulan menjadi merah seluruhnya bagaikan darah.” 

Dalam beberapa tahun terakhir, topik tentang bulan darah ini banyak dibicarakan. Peristiwa yang dikenal dengan tetrad yaitu gerhana bulan yang terjadi pada 15 April 2014 dan 28 September 2015 yang bertepatan dengan Hari Paskah dan Hari Raya Pondok Daun, memicu spekulasi tentang Akhir Zaman.

Namun hingga waktu demi waktu berlalu, masa-masa buruk itu masih belum terjadi. Hal ini menjadi pengingat bagi kita, khususnya orang percaya bahwa tak seorangpun bisa memprediksi peristiwa akhir yang dinubuatkan di dalam Alkitab. Yang perlu kita lakukan adalah mengerjakan pekerjaan Tuhan di tengah dunia ini selagi masih ada waktu.

Sumber : Christianpost.com
Halaman :
1

Ikuti Kami