Silahkan login terlebih dahulu sebelum
memasukkan pertanyaan Anda.

Register Login

Naomii Simbolon

Official Writer
405


"Dan jikalau kamu meminjamkan sesuatu kepada orang, karena kamu berharap akan menerima sesuatu dari padanya, apakah jasamu? Orang-orang berdosapun meminjamkan kepada orang-orang berdosa, supaya mereka menerima kembali sama banyak. Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat." (Lukas 6:34-35)

Menurut kamu, apa sih perbedaan antara cara dunia berurusan dengan masalah pinjam alias hutang dan cara Alkitab dalam hal meminjam atau meminjamkan uang?

Asal kamu tahu saja, bahwa Firman Allah menentapkan sebuah standar yang jauh lebih tinggi bagi orang percaya mengenai hal ini loh. Baik itu dari sisi meminjam atau meminjamkan.

Meminjamkan uang, dengan membuat bunga dalam hutang tersebut tampaknya sudah dipraktikkan oleh umat manusia selama bertahun-tahun bahkan berabad-abad. Bagi siapapun yang nggak berpengalaman dalam Firman Tuhan, maka bakalan mudah banget terjerumus dan menjadi mangsa untuk mempraktikkan cara duniawi yang tidak menghormati Tuhan atau orang lain.

Yuk, kita belajar lebih dalam mengenai hal ini, supaya kita bisa bertindak dan lebih percaya diri ketika meminjam atau pun meminjamkan uang.

1. Apakah hutang itu dosa? Apa tanggung jawab kita sebagai peminjam uang?

Firman Allah nggak pernah bicara bahwa hutang adalah dosa, tapi ada referensi yang jelas bahwa hutang adalah sebuah perbudakan.

Uang pinjaman sama sekali nggak pernah dianjurkan dalam Firman Allah, dan ketika Musa bicara kepada orang-orang Israel, pinjaman dicatat sebagai konsekuensi dari pembangkangan.

Kalau begitu, parameter apa yang harus kita jalani ketika minjam uang?

Dengan Jelas, Alkitab mengatakan kepada kita bahwa ketika kita memutuskan untuk meminjam uang, maka kita harus membayarnya kembali sampai lunas.

"Orang fasik meminjam dan tidak membayar kembali..." (Mazmur 37:21)

Jadi, sudah jelaskan bahwa firman Allah menegaskan kita demikian?

Sebagai peminjam kita harus melakukan kewajiban kita dalam membayar hutang dengan lunas.

2. Jangan pernah membiayai keingina kamu dengan hutang

Terlalu banyak dari kita yang rela berhutang demi  membiayai keinginan kita. Ini benar-benar tidak baik!

Karena ketidakmampuan kita membeli barang keinginan kita, akhirnya kita menempatkan diri kita atau keluarga kita dalam tekanan keuangan yang sangat besar.

Sebaiknya, sebelum kamu benar-benar berhutang, duduklah dan pastikan kamu bisa mengelola utang tersebut dengan baik. Jika tidak, berdoa dan percayalah kepada Tuhan untuk penyediaan dariNya. Beri Dia kesempatan untuk bertindak atas namamu daripada mencari solusi dari manusia.

3. Sekarang, apakah kewajiban kita sebagi pemberi pinjaman?

Baik dalam Perjanjian Lama ataupun Baru, semuanya bicara tentang memberi pinjaman dan mengatasi penyalahgunaan dengan praktik pinjaman. Sebagai orang percaya, kita diperingatkan untuk memberi pinjaman kepada mereka yang memang membutuhkan, memberi pinjaman kepada orang miskin, bahkan tanpa mengharapkan imbalan apapun.

Dalam Lukas 6:34 dikatakan, "Dan jikalau kamu meminjamkan sesuatu kepada orang, karena kamu berharap akan menerima sesuatu dari padanya, apakah jasamu? Orang-orang berdosapun meminjamkan kepada orang-orang berdosa, supaya mereka menerima kembali sama banyak."

Ketika kita meminjamkan uang, maka motif kita harus murni. Ketika mereka meminjam uang dan tidak membayar kembali kepada kita, maka kita harus membebaskan mereka dari beban utang dan nggak menyimpan dendam. Meski itu sulit dilakukan, tapi itulah cara Tuhan, sangat berbeda dengan cara dunia.

BACA JUGA :

Hutang Numpuk Bikin Stres? Gampang Bayarnya Kok, Misalnya Seperti Cara di Bawah Ini!

4. Bisakah kita membungakan hutang?

Keluaran 22:25, "Jika engkau meminjamkan uang kepada salah seorang dari umat-Ku, orang yang miskin di antaramu, maka janganlah engkau berlaku sebagai seorang penagih hutang terhadap dia: janganlah kamu bebankan bunga uang kepadanya."    

Ada banyak referensi yang kita bisa temukan bagaimana kita nggak seharusnya membungakan hutang saudara Kristen yang mungkin berhutang kepada kita. Lantas gimana kalau yang berhutang itu bukan bagian dari tubuh Kristus?

Baca Lukas 6:35 yuk,"Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat."

Saat kita meminjamkan uang atau meminjamkan uang, marilah kita berhati-hati untuk tidak melakukan keduanya berdasarkan praktik yang diterima secara umum saat ini.

Berkonsultasilah dengan Firman Tuhan dan menghormati Tuhan melalui proses meminjam atau meminjamkan uang. Itulah yang harus kita lakukan.                      

Sumber : crosswalk | Jawaban

Share this article :

Setiap Persoalan selalu ada Harapan dan Jawaban. Hubungi kami sekarang !

Martin 23 September 2019 - 11:15:20

Hutang kartu kredit

0 Answer

vina mukuan 22 September 2019 - 09:05:42

Saya hobby menulis lirik lagu rohani, tapi saya ti.. more..

0 Answer

Galaxy studio moses 21 September 2019 - 19:33:34

Apa dampak dari tersenyum

0 Answer


nafty louise 21 September 2019 - 21:18:28
Selamat malam, nama saya nafty saat ini saya mohon... more..

Merry Sine 28 August 2019 - 14:42:33
Salom sahabat.. peekenalkan saya merry

The Kicker Ellex 26 August 2019 - 18:40:31
Salam sejahtera para sahabat... Perkenalkan, nama ... more..

Suhidi Yosua 2 August 2019 - 00:01:16
Shalom, Nama saya Suhidi Yosua, 30thn. Saya butuh ... more..

Banner Mitra September week 3


7277

advertise with us