Selfishness VS Selflessness
Lusiana Official Writer
Memikirkan diri sendiri atau memberi tanpa pamrih kepada orang lain?
Tentu
saja lebih baik jika kita belajar untuk tidak egois atau selalu mementingkan diri
kita sendiri, melainkan memberikan apa yang bisa kita berikan kepada
orang-orang disekeliling kita. Kelihatannya sangat sederhana bila diucapkan, tapi sangat susah pada prakteknya dalam kehidupan sehari-hari.
Tapi
jika dilatih memberi setiap hari, hal itu bisa menjadi sebuah kebiasaan.
Latihan memang tidak enak, bahkan membuat letih, tetapi sangat baik untuk kita.
Sama seperti berolah raga, tubuh kita akan letih, tapi kita mendapatkan banyak manfaat karena telah melatih otot-otot ditubuh kita.
Apa yang harus kita lakukan supaya kita dapat memberi tanpa pamrih ?
- Memberi
Tanpa Alasan. Ketika kita memberi sesuatu kepada orang lain, maka kita tidak
perlu memakai banyak alasan sebelum memberi, misalnya melihat latar belakang
orang yang kita beri. Misalnya, saat ada seorang meminta sumbangan datang
menghampiri Anda, apakah yang Anda lakukan? Memberi saja dengan ketulusan atau memberi dengan berfikir akan digunakan kemana sumbangan Anda selanjutnya?
- Memberi Dengan
Diam-diam. Pada firman Tuhan di Matius
6:3-4, Tuhan menginginkan kita untuk memberi dengan tersembunyi supaya hanya Bapa kita di surga yang melihat dan membalasnya kepada kita.
- Memberi
Tanpa Berekspektasi. Seringkali ketika memberi, kita menaruh sebuah ekspektasi.
Berharap apa yang kita beri mendapatkan balasan yang sama. Berlatihlah untuk memberi tanpa harus memiliki sebuah ekspektasi yang bisa membuat kita kecewa.
Kami
percaya, Anda juga memberi tanpa pamrih. Terima
kasih Mitra CBN, karena pemberian Anda sangat berharga bagi pekerjaan tangan
Tuhan dalam pelayanan CBN.
Halaman :
1