Menurut dr
Tania Savitri, seorang dokter lulusan Fakultas Kedokteran Indonesia, Sindrom sjogren
muncul ketika sistem kekebalan tubuh menyerang kelenjar air liur dan air mata,
sehingga dapat berhenti bekerja. Banyak ahli yang menjelaskan kalau sindrom sjogren
masih tidak jelas. Namun, sejumlah faktor genetik dan lingkungan dapat meningkatkan risiko penyakit.
Semua
orang bisa terserang penyakit ini, tapi biasanya sindrom sjogren menyerang usia
40 tahun ke atas. Seperti penyakit autoimun yang lain, sindrom ini menyerang
lebih banyak kepada wanita daripada laki-laki. Penderita lupus dan rheumathoid juga umum mengalami penyakit ini.
Biasanya
dokter hanya akan memeriksa seluruh bagian sendi dan otot pasien serta
menanyakan riwayat penyakit sebelumnya. Akibatnya, banyak orang yang mengalami
berbagai gejala nyeri kronis tidak menyadari bahwa penyakit itu merupakan Sindrom Sjogren.
Gejala umum yang terjadi pada sindrom ini adalah:
1. Mata kering. Mereka yang mengalami sindrom ini biasanya akan
merasakan mata yang terbakar, terasa gatal, berpasir. Bahkan, dalam beberapa
kasus ada juga mata yang sangat sensitif terhadap cahaya, mata ber air, juga benjolan semacam bisul di pagi hari.
2. Mulut kering.
Mulut kering atau disebuat sebagai xerostomia juga mungkin terjadi pada mereka yang mengalami sindrom ini. Mulut yang kering dapat menyebabkan kita kesulitan dalam mengunyah dan menelan makanan kering, meningkatkan risiko pembusukan gigi, penyakit gusi, dan infeksi mulut.
Berikut adalah gejala-gejala yang biasanya timbul pada mereka yang menderita sindrom ini.
1. Nyeri sendi, bengkak dan kaku. Nyeri
yang diikuti bengkak di bagian persendian, seperti lutut, ruas jari tangan dan kaki, juga sikut tangan. Hal ini bisa mengganggu mobilitas bagi si penderita.
2 Penurunan
sekresi kelenjar lendir saluran pencernaan mungkin berhubungan dengan kekeringan esofagus (tenggorokan), serta kesulitan menelan dan iritasi lambung.
3. Ruam kulit atau kulit kering. Sindrom
sjogren juga dikenali dengan adanya kemerahan pada kulit, kadang terasa gatal
serta kering. Penderita biasanya tidak menyadari gejala ini, hanya menganggap gatal karena alergi.
4. Batuk kering yang terus menerus. Penurunan sekresi kelenjar lendir saluran pernapasan atas dan bawah akan diindikasikan oleh batuk kering kronis.
5. Kelelahan berkepanjangan. Tidak
seperti orang normal, penderita akan merasakan kelelahan yang berlebihan pada
aktivitasnya sehari-hari. Contohnya, Ia biasa bisa melakukan lebih dari 5
pekerjaan setiap harinya, setelah menderita penyakit ini, Ia hanya mampu melakukan 2 pekerjaan saja setiap hari.
Nah
sekarang, kalau kita sering mengalami beberapa gejala yang ada di atas, ada baiknya kita langsung memeriksakan diri ke dokter ahli
nyeri (spesialis reumatologi) untuk mendapatkan penanganan yang lebih baik.
Sindrom sjogren merupakan penyakit serius yang dapat berdampak pada penurunan kualitas kehidupan kita.
Sumber : hellosehat