Apa itu benteng pengikat hidup? Bram Manusama, seorang pastor salah satu gereja di Australia memberikan pandangan bahwa benteng pengikat kehidupan seseorang bisa saja berupa kepercayaan yang salah, yang tertanam jauh di dalam diri seseorang bahkan bisa membentuk karakter atau kepribadian seseorang. Jika dibiarkan terlalu lama, benteng tersebut akan sangat sulit untuk diruntuhkan bahkan bisa mempengaruhi secara fisik. Seperti kisah Amos berikut ini.
Amos mengalami sakit komplikasi dan kelumpuhan total. Anehnya kelumpuhan total ini terjadi secara mendadak. Berbagai macam usaha telah dilakukan, tetapi tidak ada perubahan bahkan semakin terbentur masalah biaya. Di tengah tengah keputusasaannya, Amos mulai mengingat kesalahan-kesalahan yang pernah diperbuatnya. Ia sering meninggalkan Tuhan dan melakukan banyak dosa. Inilah benteng terbesar yang mengikat hidup Amos selama ini. Ia menyadari kesalahannya dan mau bertobat sungguh sungguh.
Setiap kali menonton tayangan Solusi, Amos menghubungi Sahabat 24 untuk didukung dalam doa. Bersama-sama Sahabat 24 (Konseling Center CBN), Amos mengambil keputusan menghancurkan benteng pengikat hidupnya tersebut. Tiba-tiba, terjadi peristiwa yang mengejutkan. Sekitar jam 5 pagi, darah keluar dari mulut dan anus. Amos sempat ketakutan karena peristiwa ini, tetapi justru mujizat yang terjadi. Amos dapat kembali berjalan dan ia bersukacita karena mujizat tersebut.
Jika Anda saat ini merasa masih memiliki benteng pengikat, Anda memiliki kuasa untuk menghancurkannya sebab Tuhan ada bersama-sama dengan Anda. Sayangnya, banyak orang yang hingga saat ini tidak bisa menghancurkan benteng tersebut di dalam diri mereka sebab mereka tidak mengenal Kasih Tuhan. Inilah panggilan diri Anda yang sesungguhnya. Mari bantu mereka bersama-sama pelayanan CBN dan menjadi Mitra CBN. Daftarkan data diri Anda melalui SMS ke 081.5965.5960 dengan format JC # Nama Lengkap # Email atau mengisi formulir menjadi Mitra baru pada kolom di bawah artikel ini.
Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”
Severity: Notice
Message: Trying to get property 'name' of non-object
Filename: read/index.php
Line Number: 187
Severity: Notice
Message: Trying to get property 'name' of non-object
Filename: read/index.php
Line Number: 187