Serangan di Nightclub Gay Orlando, Bagaimana Respon Orang Kristen?
Sumber: www.cbsnews.com

Internasional / 13 June 2016

Kalangan Sendiri

Serangan di Nightclub Gay Orlando, Bagaimana Respon Orang Kristen?

Puji Astuti Official Writer
3184

Seorang simpatisan kelompok radikal negara Islam ISIS melakukan serangan membabi buta di sebuah nightclub khusus gay di Orlando, Florida, Amerika Serikat pada Minggu, 12 Juni 2016. Setidaknya 50 orang tewas dan sekitar 53 orang terluka. Peristiwa ini disebut sebagai serangan terburuk di sejarah Amerika setelah peristiwa 11 September dan serangan paling berdarah yang mentargetkan kelompok LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual & Transgender). 

Pelaku penyerangan di identifikasi sebagai Omar Mateen, pria berusia 29 tahun kelahiran New York, sedangkan ayahnya adalah seorang imigran dari Afganistan. Sebelum melakukan penyerangan, Omar sempat menghubungi 911 dan menyatakan bahwa ia merupakan bagian dari ISIS. 

Dalam pernyataan resminya Presiden Barack Obama berkata, "Menghadapi kebencian dan kekerasan, kita akan saling mengasihi satu sama lain. Kita tidak akan menyerah terhadap rasa takut atau berbalik saling menyerang satu sama lain. Sebaliknya, kita akan berdiri sebagai satu kesatuan sebagai orang Amerika yang melindungi masyarakat kita dan mempertahankan bangsa kita dan mengambil tindakan terhadap mereka yang mengancam kita."

Peristiwa penembakan masal ini memperlihatkan betapa merusaknya kebencian dan juga ideologis ekstrim. Mereka mengatasnamakan kebenaran dan agama untuk melakukan penghakiman dan mencabut nyawa orang lain. Tentunya siapapun dari pandangan agama manapun bisa melihat bahwa tindakan tersebut adalah salah. 

Lalu apa tindakan orang Kristen meresponi kejadian ini? Tentu saja adalah menyatakan kasih dan berdoa bagi korban dan keluarga korban. Berhenti menghakimi, lihatlah mereka dari pandangan mata Yesus. Jika Dia ada saat ini, Ia akan hadir disana dan memeluk mereka karena Ia berduka bagi mereka. Ia akan bersama-sama mereka, sama seperti dulu Ia duduk bersama para pemungut cukai, wanita yang dihakimi karena berzinah dan orang-orang yang dianggap masyarakat masa itu sebagai orang yang tak berharga. Namun bagi Yesus mereka adalah pribadi harus dikasihi, karena Ia juga mati di kayu salib bagi mereka. 

Ini adalah waktu yang tepat untuk berkata, "Saya mengasihimu, sebab Yesus juga sangat mengasihimu." Ijinkan kasih Tuhan menjamah hidup mereka melalui doa dan pernyataan kasih orang-orang percaya, sehingga Tuhan Sang Kebenaran dan Kehidupan itu bisa masuk dalam kehidupan mereka dan menjadi penuntun mereka kepada terang kebenaran dan keselamatan. 


Sumber : Berbagai sumber | Puji Astuti
Halaman :
1

Ikuti Kami