4 Pemicu Perselisihan Orang Tua dan Anak

Parenting / 25 February 2016

Kalangan Sendiri

4 Pemicu Perselisihan Orang Tua dan Anak

Lori Official Writer
14054

Perselisihan orang tua dan anak bisa terjadi karena berbagai alasan. Ketika hal itu terjadi, seluruh keluarga akan terkena dampaknya, mulai dari timbulnya ledakan emosional dan perang mulut. Bagi orang tua yang masih mementingkan egonya sendiri, tak akan mudah menyelesaikan pertikaian ini. Sebab jalan satu-satunya yang bisa ditempuh adalah lewat komunikasi. “Sebagai orang tua, kita perlu mendengarkan anak-anak kita dan mempertimbangkan masukan mereka,” ucap psikolog Dr Longhurst.  

Selain, ego orang tua, ada beberapa alasan umum yang menyebabkan perselisihan orang tua dan anak, diantaranya:

1. Abai terhadap anak

Salah satu penyebab pertengkaran orang tua dan anak disebabkan oleh kurangnya perhatian atau dukungan orang tua kepada anak-anak mereka. Jika sebuah keluarga memiliki beberapa anak, sebagian anak bisa saja seolah tidak terlalu diperhatikan dibanding dengan yang lain. Akibatnya, mereka mulai merasa tidak dianggap dan mulai mencari kebebasan dari luar. Anak-anak seperti ini biasanya tidak memiliki hubungan yang akur dan akrab dengan orang tuanya.

2. Orang tua terlalu mencintai anak secara berlebihan

Ketika anak tumbuh besar, kasih sayang dan kepedulian orang tua yang diterima serasa tak lagi normal. Banyak anak yang justru merasa terkungkung lantaran orang tua terlalu overprotectif dengan anak. Perselisihan pun meledak setelah anak merasa orang tua selalu memperlakukan mereka seperti anak kecil yang harus diawasi setiap saat.

3. Gerak anak terlalu dibatasi

Idealnya, setiap anak memiliki jiwa ingin tahu yang besar dalam dirinya. Sehingga saat beranjak remaja dan mulai dewasa, mereka ingin sekali menjelajah dunia yang mereka belum pernah masuki. Mereka ingin menemukan dan mengeksplorasi segala sesuatunya sendiri. Namun, keinginan itu malah harus terkubur lantaran orang tua kerap membatasi gerak anak. Sebagian anak dengan karakter pemberani akan memilih menentang orang tua. Hal inilah yang menimbulkan percekcokan keduanya.

4. Orang tua tidak menerima perbedaan pandangan dengan anak

Konflik terjadi ketika orang tua tidak bisa menerima perbedaan pandangan dengan anak. Orang tua merasa pandangannyalah yang selalu benar dan anak hanya mengetahui sedikit hal dibanding dengan mereka. Anak yang mulai merasa kesal dengan ucapan orang tua akan secara spontan beradu argumentasi yang melibatkan emosi. Kekacauan pun mulai terjadi. Anak memilih keluar rumah dengan perasaan sakit hati kepada orang tuanya.

Sebagian orang tua pasti akan merasa serba salah. Namun dengan belajar menjadi orang tua yang normal dan menerapkan pola pengasuhan yang tepat kepada anak bisa menghindarkan perselisihan yang berakibat fatal bagi seluruh anggota keluarga.

Sumber : Jawaban.com/ls
Halaman :
1

Ikuti Kami