Bila biasanya gereja di bangun dengan kokoh dan menawan, kali ini berbeda. Melalui tangan seorang arsitek Gijs Van Vaerenbergh, gereja yang terletak di Borgloon, Belgia, dibangun dengan model tembus pandang.
Pria asal Belgia ini menerapkan baja sebagai struktur utama dalam mendirikan rumah ibadah setinggi 10 meter tersebut. Dibuat untuk karya seni publik, gereja ini merupakan bagian dari proyek sosial yang dipicu peningkatan jumlah rumah ibadah umat Kristiani yang ditinggalkan di wilayah Flemish.
Gereja yang diberi nama “Reading Between The Lines” ini disebut sebagai gereja tembus pandang, karena susunan 100 buah baja horizontal yang disusun bertumpuk sehingga membentuk celah dan memberi kesan transparan bila dilihat dari kejauhan.
Tidak hanya gereja transparan, Vaerenbergh juga menuangkan kreativitasnya dalam berbagai bangunan lainnya, seperti jembatan, labirin, dan lain sebagainya. Karyanya dapat ditemukan di website miliknya, www. gijsvanvaerenbergh.com.
Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”