Seperti diberitakan Huffingtonpost.com, Rabu (22/10), Cameron menyebut bahwa perayaan ini dapat dijadikan sebagai kesempatan untuk menceritakan orang lain tentang Tuhan dalam perayaan besar itu. “Halloween memberi Anda kesempatan besar untuk menunjukkan bagaimana orang-orang Kristen merayakan hari kematian yang telah dikalahkan, dan Anda dapat membagi traktat injil dan menceritakan kisah tentang bagaimana hantu, goblin, penyihir dan setan telah dikalahkan oleh kebangkitan Yesus. Kematian telah dikalahkan dan itulah poin dari malam All Hallows,” ujar Cameron.
Seperti diketahui, kata Halloween berasal dari singkatan All Hallow’s Eve yang berarti malam sebelum hari raya All Hallow, yang sekarang dikenal sebagai Hari Raya Semua Orang Kudus (All Saints Holy Day). Perayaan ini ditentukan oleh seorang missionaris Kristen yang bertepatan dengan hari raya pagan dengan alasan orang pagan (percaya kepada dewa-dewa, red) akan mempercayai kebangkitan Yesus.
Sehingga Kirk mengklaim Halloween bukan tentang kematian, tetapi justru adalah tentang kehidupan baru. Dengan begitu, ia mengajak setiap orang agar menjadikan kesempatan ini sebagai cara efektif mengkonversi orang-orang yang merayakan Halloween.
Bagi sebagian umat Kristen, ide Kirk Cameron tentu dipandang aneh. Namun ide aktor yang telah membintangi beberapa film Kristen ini ditujukan untuk mengubah tradisi Amerika itu menjadi awal pengenalan akan Yesus yang telah bangkit mengalahkan kematian.
Sumber : Huffingtonpost.com/jawaban.com/ls