Anak tidak hidup di dunia yang sempurna. Biasanya akan ada anak lain yang gemar mengolok-oloknya dan tidak jarang, olokan tinggal dalam hati anak dan mempengaruhi konsep dirinya. Apa yang bisa diajarkan orang tua kepada anaknya ketika anak menghadapi olokan? Dan kenapa anak kita bisa mengolok-olok temannya?
Mengapa kita mengolok-olok yang lain? Sesungguhnya ada dua jenis olokan:
Kita mesti menjelaskan kepada anak akan perbedaan dua olokan ini. Sewaktu ia mendengar olokan temannya, ia harus dapat membedakan keduanya. Jangan sampai anak menjadi terlalu peka dan menyamaratakan semua olokan. Terhadap olokan canda, kita mengajarnya untuk tidak menanggapinya dengan serius. Terhadap olokan beracun, kita didik anak untuk berbicara langsung dengan temannya dan menanyakan apakah maksud yang terkandung di belakang olokan itu.
Menghadapi Olokan
Pesan Alkitab, "Aku berlaku tidak bercela di hadapan-Nya dan menjaga diri terhadap kesalahan. Karena itu Tuhan membalas kepadaku sesuai dengan kebenaranku, sesuai dengan kesucian tanganku di depan mata-Nya." (Mazmur 18:24, 25)
Sb. Sabda org…
Sumber : sabda org,Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”