Orang-orang menyebut hari kerja yang terjepit di antara hari libur ke hari libur lainnya sebagai harpitnas, hari terjepit nasional. Dari 74.820 PNS Pemprov DKI, hanya satu orang yang dinyatakan bolos yang jatuh pada hari Senin (11/3), yang diapit antara hari Minggu dan Selasa (12/3) dimana memperingati Hari Nyepi.
Hal ini dikemukakan oleh Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) I Made Kamaryoga. “Kita sebenarnya kalau enggak ke kantor, itu harusnya malu. Karena kita dibayar pakai uang rakyat,” ujarnya kemudian. Karena itu, dia menilai kehadiran PNS meningkat karena berpengaruh pada Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) yang akan diperoleh tiap bulan.
Dari jumlah total keseluruhan PNS Pemprov DKI, PNS yang hadir mencapai 73.878 orang dimana 153 lainnya sakit, 114 PNS ijin, 253 PNS cuti, dan 421 lainnya merupakan PNS yang piket malam. Untuk PNS yang ijin, mereka tetap akan dikenakan potongan, tapi hanya sebesar 2,5 persen. Untuk menyiasati PNS yang bolos setelah absen pagi, Made menyiapkan tanda kehadiran sebanyak dua kali, pagi dan sore.
Dengan semakin tertibnya PNS, kita harapkan tentu kinerja yang dihasilkan pun semakin baik. Kesadaran dalam menjalankan tugasnya dapat semakin ditingkatkan tanpa harus diberlakukan sistem punish and reward, sistem yang seharusnya tidak dipakai untuk orang-orang yang berpendidikan seperti PNS.
Baca juga :
Jokowi-Ahok Segera Pecat Pegawai Negeri yang Langgar Aturan
Jurus Jokowi-Ahok Berantas Korupsi
Bagaimana Caranya Memberkati Musuh?
Berbagai Masalah Anak dan Cara Penanganan Orangtua
Tips Mudah Cara Benar Pakai Masker
Mengenal Makanan Tradisi Indonesia : Tumpeng
Haii, JCers yang Gabung di Bulan Maret 2013!!
Sumber : merdeka by lois horiyanti/jawaban.com