Boediono: Egoisme Sempit adalah Musuh Pancasila

Nasional / 1 June 2012

Kalangan Sendiri
Boediono: Egoisme Sempit adalah Musuh Pancasila
PrincessPina Cahyonoputri Official Writer
5860

Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) menggelar acara untuk memperingati lahirnya ideologi dasar negara Indonesia yang jatuh setiap 1 Juni. Sebagai salah satu undangan dalam peringatan tersebut, Wakil Presiden Boediono Indonesia masih harus belajar banyak untuk mengelola perbedaan dan konflik antarsesama, yang tidak jarang berujung kekerasan dan pengrusakan.

Boediono mengambil contoh runtuhnya Yugoslavia karena tidak bisa mengelola perbedaan yang berujung konflik dan pertikaian antar mayarakatnya. Menurutnya sudah menjadi rahasia umum bila sebuah negeri dengan mudah terkoyak-koyak oleh perang saudara karena alasan kedaerahan, kesukuan, atau agama."20 tahun lalu kita melihat Yugoslavia pecah dan runtuh, dan menjadi sebuah tragedi yang besar, karena disertai kekejaman terhadap kaum minoritas, kaum Muslimin Bosnia," kata Boediono.

Berkaca dari peristiwa tersebut, Boediono mengungkapkan betapa beruntungnya bangsa Indonesia memiliki Pancasila sebagai ideologi dasar yang memberikan pijakan kuat bagi bangsa untuk hidup bersama sebagai satu bangsa. "Kita beruntung, dan bersyukur, bahwa para pendiri republik ini, terutama Bung Karno, telah menyumbangkan sebuah fondasi kebangsaan, yakni Pancasila," terangnya.

Namun menurut Boediono, ancaman terbesar dari eksistensi bangsa sekaligus musuh utama Pancasila adalah tumbuhnya egoisme yang sempit antar golongan. "Oleh karena itu egoisme itulah yang harus kita tolak, egoisme agama, egoisme bangsa, egoisme etnis, egoisme suku, egoisme kekuasaan, egoisme harta. Pengalaman sejarah, dan juga kebutuhan kita untuk mengawal perjalanan bangsa ke depan, mengharuskan kita untuk melawan egoisme," ujarnya.

Pendiri bangsa ini telah memberikan ideologi yang luhur yang tertuang dalam Pancasila, namun demikian Pancasila hanya akan menjadi sebuah hafalan belaka jika kita tidak menghidupinya. Untuk itu dibutuhkan sebuah komitmen dan integritas untuk mengalahkan egoisme sempit dan menghidupi nilai-nilai Pancasila guna mempertahankan eksistensi bangsa ini.

Sumber : tribunnews/ vina cahyonoputri
Kalangan Sendiri
Halaman :
1

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?