Penyebab jatuhnya pesawat Sukhoi Super Jet 100 buatan Rusia pada Rabu (9/5) masih menimbulkan misteri. Selain dugaan human error, muncul juga dugaan bahwa jatuhnya pesawat tersebut disebabkan oleh gangguan sinyal telepon seluler sejumlah penumpang yang ternyata masih mengaktifkan ponselnya saat pesawat sedang terbang.
Beredar kabar bahwa ponsel dua orang wartawan majalah Angkasa masih aktif saat dihubungi pada pukul 17.00 WIB. Hal yang sama juga diakui istri salah satu penumpang pesawat Sukhoi, dia mengaku masih terdengar nada tunggu saat menghubungi ponsel suaminya setelah kejadian berlangsung, namun demikian panggilan tersebut tetap tidak dijawab.
Dalam setiap penerbangan komersial selalu diberitahukan agar para penumpang tidak mengaktifkan ponsel mereka, karena hal tersebut dapat mengganggu kendali navigasi pesawat sehingga dapat mengancam keselamatan penerbangan. Gangguan navigasi pesawat ini telah menyebabkan banyak kecelakaan pesawat.
Salah satunya adalah pesawat Crossair dengan nomor penerbangan LX498 baru saja lepas landas dari bandara Zurich, Swiss. Pesawat itu kemudian menukik jatuh dan menyebabkan sepuluh penumpangnya tewas. Penyelidik menemukan bukti adanya gangguan sinyal ponsel terhadap sistem kemudi pesawat.
Terlepas benar atau tidaknya sinyal ponsel sebagai penyebab utama jatuhnya pesawat Sukhoi, penundukan diri untuk mentaati peraturan adalah salah satu karakter baik yang harus dijadikan kebiasaan. Penundukan diri bukanlah sesuatu yang bisa dibangun dalam satu hari, melainkan merupakan sikap hidup yang harus kita biasakan.
Sumber : berbagaisumber/vinaIkuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”