Evakuasi Kapal Titanic Gambarkan Nilai Kekristenan

Internasional / 16 April 2012

Evakuasi Kapal Titanic Gambarkan Nilai Kekristenan
PrincessPina Cahyonoputri Official Writer
9147

Pada tanggal 15 April kemarin, masyarakat dunia memperingati 100 tahun tragedi karamnya kapal Titanic. Banyak yang sudah mengangkat kisah tragedi ini, termasuk film karya sutradara Hollywood, James Cameron. Ironinya, nilai-nilai kekristenan yang terkandung dalam perjuangan para penumpang saat menyelamatkan diri tidak pernah disampaikan.

Sebagian besar dari 1.500 penumpang yang tewas adalah pria, bahkan salah satu pria terkaya pada zaman itu, Jhon Jacob Astor IV, ikut menjadi korban. Hal ini menunjukan bahwa pada saat evakuasi terjadi, yang menjadi prioritas bukanlah status sosial melainkan wanita dan anak-anak. Sebuah nilai yang sangat luhur yang juga merupakan doktrin kekristenan.

“Buku-buku populer dan film yang berkisah tentang Titanic justru menggambarkan kepalsuan yaitu peperangan kelas Marxis, dimana digambarkan orang kaya menggunakan kekayaannya untuk menyuap agar bisa selamat, dan orang miskin sengaja tidak diselamatkan, dan pengorbanan para bangsawan Kristen dibuat bahan olok-olokan,” ungkap Doug Philips, presiden Forum Visi dan pendiri the Christian Boy’s and Men’s Titanic Society.

Untuk memperingati 100 tahun tragedi Titanic, sebuah rangkaian acara bertajuk Titanic 100 diselenggarakan pada 13-15 April di Bronson. Acara ini dimaksudkan untuk menginspirasi orang khususnya kaum pria agar agar kembali bersikap ksatria dan memegang prinsip kekristenan yang berani berkorban dan memprioritaskan wanita dan anak-anak.

Kapal Titanic, sempat diagung-agungkan sebagai kapal yang tidak akan pernah tenggelam, bahkan itulah yang menjadi alasan jumlah sekoci tidak sebanding dengan jumlah penumpang. Hal inilah yang sering digunakan orang untuk menggambarkan sebuah kesombongan, namun ternyata dibalik kisah ini ada nilai luhur kekristenan yang dipertahankan oleh para penumpang sampai merelakan nyawa mereka.

Hal ini seperti apa yang disampaikan Yesus dalam Yohanes 15:13 untuk saling mengasihi, dimana dikatakan bahwa tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.

Sumber : charismanews/vcahyonoputri
Halaman :
1

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?