Waspadai Mood Yang Sering Berubah

Serba-Serbi Sehat / 25 March 2012

Waspadai Mood Yang Sering Berubah
Lestari99 Official Writer
8012

Perubahan mood yang ekstrim merupakan gejala nyata dari kelainan bipolar yang bisa terlihat dari terlalu berenergi hingga depresi terberat. Penyakit ini bisa menyebabkan perubahan tingkah laku sehingga penderita tidak dapat bekerja dan bersosialisasi dengan baik. Namun hal ini dapat dihindari dengan menangani gejala yang terdeteksi sejak dini.

Berikut adalah beberapa perbedaan antara mereka yang mengalami depresi dengan yang menderita bipolar disorder:

Sedih Ekstrim. Rasa sedih muncul secara tiba-tiba dan tidak mereda kemungkinan merupakan salah satu pertanda depresi. Namun mereka yang menderita bipolar disorder terkadang mengalami kesedihan yang berlarut-larut bahkan terkadang menangis tanpa sebab.

Perubahan Selera Makan. Jika Anda tiba-tiba tidak tertarik pada makanan kesukaan Anda atau sebaliknya makan secara berlebih karena alasan emosi, kemungkinan Anda mengalami gejala depresi. Namun mereka yang menderita bipolar disorder mengalami perubahan selera makan dan pola tidur yang signifikan.

Cemas. Mereka yang menderita bipolar disorder terkadang sangat sensitif, mudah marah, cemas, gelisah dan kuatir.

Masa Bodoh. Mereka yang menderita bipolar disorder terkadang bersifat pesimistis dan bersikap masa bodoh.

Kurang Energi. Mereka yang menderita bipolar disorder terkadang mengalami kurang energi terutama setelah mengalami fase kegilaan dan tidak bisa berhenti.

Merasa Tidak Berharga. Mereka yang menderita bipolar disorder terkadang merasa bersalah dan tidak berharga.

Ragu-ragu. Mereka yang menderita bipolar disorder terkadang merasa dikekang oleh kebimbangan. Sangat sult bagi mereka untuk memutuskan sesuatu.

Kehilangan Minat. Mereka yang menderita bipolar disorder terkdang mengalami ketidakmampuan untuk menikmati hal-hal yang sebelumnya sangat mereka sukai.

Rasa Sakit Tanpa Alasan. Mereka yang menderita bipolar disorder terkadang mengalami rasa sakit dan nyeri tanpa alasan.

Keinginan Mengakhiri Hidup. Mereka yang menderita bipolar disorder beresiko lebih besar untuk melakukan tindakan bunuh diri dibandingkan masyarakat umum dan cenderung lebih memikirkan untuk mengakhiri hidup saat mengalami depresi dibandingkan saat mengalami fase kegilaan atau mania.

Bila Anda atau orang-orang yang Anda kasihi mengalami perubahan mood yang sangat ekstrim, jangan anggap remeh. Bipolar disorder dapat disembuhkan namun membutuhkan penanganan khusus yang memungkinkannya lebih cepat pulih bila dapat dideteksi sejak dini.

Sumber : mediaindonesia
Halaman :
1

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?