Lagi, Polisi Main Hakim Sendiri Di Jalan

Nasional / 31 December 2011

Lagi, Polisi Main Hakim Sendiri Di Jalan
Lestari99 Official Writer
4029

Oknum polisi yang main hakim sendiri di jalanan kembali terjadi. Kali ini korbannya Sopyan Sauri (22), warga Kemayoran, Jakarta Pusat. Ia dibacok Briptu Amirullah, anggota Polda Sumatera Selatan pada hari Sabtu (31/12). Saat ini Briptu Amirullah telah ditahan di kepolisian Resor Metro Jakarta Utara.

Sebagaimana dilansir Kompas.Com, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Baharuddin Jafar membenarkan kejadian tersebut. “Memang benar ada laporan seorang bintara polisi dari Polda lain ditahan di Polres Metro Jakarta Utara karena melakukan penganiayaan. Namun, bagaimana penganiayaan itu terjadi, saya tidak tahu. Yang penting adalah kami sudah menangani kasus tersebut dengan cepat,” ujarnya.

Informasi yang terkumpul mengungkapkan bahwa peristiwa penganiayaan tersebut terjadi di jalan Sunter Jaya, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Saat itu kondisi arus lalu lintas tengah macet. Sopyan yang tidak sabar dengan kondisi itu berupaya lolos dari kemacetan dengan menyalip ke kanan jalan, mengambil jalur lawan arusnya. Perbuatannya tersebut ternyata menghalangi laju mobil yang dikendarai Amirullah, yang melaju dari arah berlawanan. Polisi itu kemudian marah dan membuka kaca mobilnya sambil memaki Sopyan. Sopyan pun berupaya melanjutkan perjalanannya. Ternyata Amirullah turun dari mobil sambil berteriak-teriak. Golok yang dibawanya pun melayang dan menyabet Sopyan.

Sopyan menderita luka sobek di bahu kanan dan pinggang kanan belakang. Luka yang terakhir harus mendapatkan empat jahitan. Amirullah langsung diamankan dan dibawa ke Polsek Metro Tanjung Priok. Aparat setempat kemudian menyerahkan penanganan kasusnya ke Polres Metro Jakarta Utara.

Perbuatan seperti ini tentu saja sangat disayangkan. Karena sebagai aparat kepolisian, senjata seyogyanya dipergunakan untuk melakukan tindakan pengamanan sesuai prosedur hukum yang berlaku dan bukannya sebagai alat untuk main hakim sendiri di jalanan karena terbawa emosi. Polisi seharusnya menjadi pelindung dan pengayom masyarakat. Menghadapi masyarakat yang melanggar hukum seharusnya ditangani sesuai koridor hukum yang ada, bukan dengan emosi dan main hakim sendiri.

Sumber : kompas
Halaman :
1

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?