Tragedi Mesuji, Bukti Janggalnya Aparat Hukum Indonesia

Internasional / 21 December 2011

Kalangan Sendiri
Tragedi Mesuji, Bukti Janggalnya Aparat Hukum Indonesia
daniel.tanamal Official Writer
5168

Kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di negeri ini kembali terjadi dan menambah panjang deretan kasus lainnya yang belum terselesaikan. Pelanggaran HAM terakhir yang diungkap ke permukaan dan menjadi wacana panas di media dan masyarakat adalah peristiwa di Mesuji, Lampung, dan Mesuji, Ogan Komering Ilir, Sumatra Selatan.

Peristiwa berdarah pada 21 April 2011 yang menurut sumber dari perwakilan masyarakat, mengakibatkan 30 warga lokal meregang nyawa akibat sengketa lahan perkebunan kelapa sawit antara penduduk lokal dengan pihak perusahaan sawit. Warga yang menjadi korban kebrutalan di dua tempat tersebut pun mengadu ke Komisi III DPR pada Rabu (14/12) dengan membawa video yang merekam peristiwa itu.  

Bukti video (dapat diunggah di youtube) itupun membuat para wakil rakyat kaget, terlebih masyarakat luas, dalam dan luar negeri yang mempertanyakan mengapa sengketa tersebut berubah menjadi ajang pembunuhan dengan keterlibatan aparat kepolisian didalamnya. Lebih disayangkan lagi adalah tidak adanya publikasi dari aparat mengenai masalah yang sudah dimulai pada 1982 ini sebelumnya. Sehingga mengundang kecurigaan bahwa ada kesengajaan untuk menutupi kasus itu.

Ketidakterbukaan, unsur kepentingan dan pembiaran nampaknya terus menerus menjadi virus yang menggerogoti pencarian keadilan atas peristiwa masa lalu di Indonesia. Memang kita harus mengampuni, namun ada aspek humanitas dan keadilan yang harus kita hormati agar peristiwa dan tindakan pembiaran yang sepertinya terus dihadirkan ini tidak terjadi lagi.

Pemerintah harus punya hati rakyatnya sendiri agar peka dan tanggap terhadap berbagai masalah yang terjadi menimpa rakyatnya sendiri, terutama penindasan. Aparat kepolisian harus sadar serta kembali membaca dan menghayati lagi arti dari slogan mereka “Melindungi, Mengayomi dan Melayani Masyarakat.” Mesuji haruslah menjadi babak terakhir tragedi di Indonesia untuk memutus rantai cerita sedih di negeri ini.

Sumber : Jawaban.com - niel
Kalangan Sendiri
Halaman :
1

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?