Kejamnya dunia! Mungkin inilah kata yang tepat untuk menggambarkan apa yang menimpa bayi-bayi malang di jalanan ibukota. Bagaimana tidak, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Utara, Sulistiarto, menduga bayi-bayi yang diajak mengemis oleh para pengemis di peremptan jalan ibukota telah diberi obat tidur.
Bagaimana tidak, indikasi ini terlihat dari bayi-bayi tersebut yang umumnya selalu tertidur lelap di gendongan padahal mereka sedang berada di bawah terik matahari dan di tengah suasana bising kendaraan. Kemungkinannya, hal ini dilakukan agar si anak tidak rewel dan mereka bisa mengemis dengan leluasa. Ironisnya, kemungkinan bayi-bayi tersebut bukan anak kandung pengemis yang menggendongnya tapi hanya dimanfaatkan untuk menarik belas kasihan masyarakat.
“Ini merupakan masalah serius. Mereka sama sekali tidak mempedulikan dampak kesehatan yang timbul kalau setiap saat bayi diajak mengemis di perempatan jalan raya yang penuh dengan polusi,” ujar Sulistiarto.
Menanggapi masalah ini, rencananya aparat Satpol PP Jakarta Utara akan merazia para penyandang masalah sosial itu dalam waktu dekat. Namun yang menjadi pertanyaan besar adalah, separah itukah gambaran kemiskinan di Indonesia? Rela melakukan apa saja bahkan mengabaikan bisikan hati nurani hanya demi receh?
Sumber : vivanewsIkuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”