Swiss pada Minggu (29/9) melakukan pemungutan suara untuk melarang pembangunan menara. Menurut kementerian kehakiman Swiss dapat mempengaruhi ekspor dan pariwisata negara tersebut, karena sebelumnya negara tersebut di kenal sebagai negara yang netral.
Keputusan melarang mendirikan menara baru ini merupakan hasil dari 57,5 persen suara yang di dukung oleh partai sayap kanan Swiss (SVP).
Pemerintah dan parlemen Swiss menyatakan bahwa hal ini melanggar konstitusi, kebebasan agama dan tradisi negara tersebut yang memiliki toleransi yang tinggi. Namun pemerintah tetap menghormati keputusan masyarakat tersebut dan tetap melarang pendirian menara baru dimana biasanya umat Muslim mengumandangkan azan.
Menurut Menteri Kehakiman Eveline Widmer-Schlumpf mengatakan hal ini adalah cerminan ketakutan pada fundamentalis Islam, namun menurutnya larangan ini tidaklah efektif dalam menangkal ekstrimis.
Di Switzerland sendiri saat ini sudah ada 4 masjid dan 130 hingga 160 pusat budaya dan ibadah Muslim yang memilili menara. Di negara tersebut tidak boleh mengumandangkan azan.
Pemungutan suara untuk memutuskan hal ini merupakan bagian dari demokrasi di Swiss, demikian ungkap utusan Swiss bagi negara muslim. Namun mereka masih mengedepankan dialog antar umat dan tidak akan mengubah hal tersebut.
Sumber : ReutersIkuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”