"Para ahli kesehatan reproduksi telah lama khawatir tentang pengaruh stres terhadap tingkat kesuburan, yang dapat menghalangi seorang perempuan untuk hamil," ujar Alice Domar, pengelola sebuah Klinik Kesuburan di Boston dan bekerja di Fakultas Kedokteran Harvard.
Ia sendiri dalam penelitiannya telah menemukan bahwa wanita yang mengikuti program manajemen stres, sambil menjalani terapi kesuburan, telah menunjukkan peningkatan rata-rata peluang kehamilan 160 persen lebih besar dibanding mereka yang hanya menggunakan teknik bayi tabung.
Dahulu ketika seorang wanita sedang mengalami kehamilan, keluarga atau teman dekat sering menganjurkan agar dirinya lebih tenang atau rileks. Kendati nasihat itu seringkali tak digubris, bahkan tak pernah dianjurkan oleh sebagian kalangan para ahli kebidanan maupun dokter. Tetapi sekarang, nasihat itu kini tak bisa lagi dianggap remeh. So, Anda sedang hamil? Please... rilex...