Sakitnya Kehilangan Sahabat

Single / 22 September 2009

Kalangan Sendiri
Sakitnya Kehilangan Sahabat
agnes.faith Official Writer
6202

Perasaan kosong dalam hati akibat kehilangan sahabat tidak serta merta dapat diisi oleh significant other seperti pacar, tunangan, suami atau istri. Memang ada orang-orang yang beruntung mempunyai sahabat yang sekaligus berposisi sebagai significant other. Tapi tidak semua orang seberuntung itu. Keberadaan pasangan bukan berarti meniadakan atau menggantikan posisi sahabat. Banyak pakar hubungan yang mengatakan memiliki sahabat justru dapat memperkuat hubungan Anda dengan pasangan. Punya orang dekat lain yang bisa berbagi akan membantu Anda semakin mawas diri dan lebih bijaksana.

Kehilangan sahabat bisa menimbulkan trauma dan tak semua orang bisa segera bangkit dari kekecewaan yang mendalam. Bukan hanya putus cinta yang bisa membuat orang patah hati. Tak mudah untuk kembali membuka hati dan memberikan kepercayaan 100% setelah patah hati. Teapi untuk menutup diri dan kapok membina persahabatan lagi juga bukan hal yang tepat. Waktu akan menyembuhkan luka hati. Tetapi sesungguhnya, luka itu akan lama sembuh jika Anda tidak belajar memaafkan apa yang terjadi. Memafkan diri sendiri, orang lain, dan keadaan.

Sebesar apapun keinginan Anda segera memperbaiki hubungan, sebaiknya jangan terburu-buru menghubungi sahabat Anda. Berilah waktu bagi Anda berdua untuk cooling down dan berpikir lebih jernih. Mungkin Anda perlu beberapa minggu atau lebih. Namun yang pasti katika suatu saat Anda menghubungi sahabat Anda lagi, buka hati dan ulurkan tangan lagi.

Butuh kemauan dan kekuatan besar untuk mengakui kesalahan. Namun butuh kemauan dan kekuatan yang tak kalah besar pula untuk memaafkan. Memaafkan dalam arti apa yang sebenarnya, tidak mengungkit-ungkit apa yang sudah terjadi.

Sumber : editor's choice
Kalangan Sendiri
Halaman :
1

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?