Perkembangan Islam di daerah Papua cukup signifikan, nilai-nilai ajaran Islam merubah budaya masyarakat setempat yang telah menjadi seorang Muslim. Hal ini bisa terlihat di Wamena, Kabupaten Jayawijaya.
Koordinator Muslim Wamena, H. Robi W.Asso, membenarkan pemberitaan ANTARA News tersebut.
"Harus diakui bahwa tidak mudah mengubah kondisi sosial kultur masyarakat Wamena yang telah berakar agar sesuai dengan tuntunan Syariat Islam," demikian ungkap H.Robi. 
"Kami mulai dari generasi muda, yakni anak-anak kami asramakan, kami didik dan bina mereka secara pelan-pelan dengan nilai-nilai Islam yang langsung dilakukan dalam hidup keseharian," tambahnya.
Perubahan lain yang terjadi dari para pemeluk Islam asal Papua adalah digantinya babi dengan binatang lain yang halal sebagai mahar pernikahan. Bagi masyarakat Papua, babi merupakan binatang bernilai tinggi, jika seorang lelaki tidak memiliki babi maka dirinya tidak akan pernah menikah.
Islam masuk di Kabupaten Jayawijaya sekitar 1968 hingga 1969, dan Islam saat ini sudah berkembang hingga menjangkau 13 kampung di Wamena.
Sumber : Antara/VMIkuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”