Dengan maraknya aksi terorisme akhir-akhir ini, bahkan ada komplotan garis keras yang menjadikan pangkalan militer Australia sebagai targetnya, Perdana Menteri Australia Kevin Rudd menyatakan pasukan Australia yang ada di Afganistan tidak akan ditarik mundur.
PM Rudd mengakui bahwa mempertahankan operasi di Afganistan yang pada bulan lalu telah menewaskan 11 prajurit Australia itu memang bukan tindakan yang populer, namun menurutnya hal ini adalah sebuah peluang untuk memutuskan salah satu rantai terorisme, yaitu pelatihan kelompok gerilyawan.
"Saya juga bisa menerima bahwa tindakan itu tidak populer. Namun jika kami tidak mengatasi ancaman terorisme di berbagai tingkatan, kami harus memberantas tempat para pelaku teror itu dilatih," demikian ungkap Rudd.
Hal ini dinyatakan setelah pasukan anti-teror di Melbourne menangkap empat orang dalam upaya menggagalkan komplotan serangan bunuh diri terhadap pangkalan militer Australia.
Saat ini ada sekitar 1.550 tentara Australia di Afganistan. Dengan pernyataannya ini, maka jelas Australia memperlihatkan keseriusannya untuk memberantas para teroris.
Sumber : Antara/VMIkuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”