Pakistan kembali dilanda kekisruhan setelah Mantan Perdana Menteri Pakistan yang juga pemimpin oposisi, Nawaz Sharif, menentang penahanan rumah dirinya pada Minggu (15/3) lalu. Sharif dan pendukungnya melakukan perlawanan saat polisi mengepung kediamannya. Sekitar 250 orang pendungkungnya ditangkap pada peristiwa tersebut.
Apa yang dilakukan oleh Nawaz Sharif ini bertujuan untuk meminta dikembalikannya Iftikhar Chaudhry kembali pada jabatannya sebagai Ketua Mahkamah Agung.
Pada Senin pagi (16/3), pemerintah Pakistan akhirnya setuju untuk memenuhi tuntutan dari Nawaz Sharif dan para pendukungnya. Iftikhar Chaudhry akan kembali memegang jabatan sebagai Ketua Mahkamah Agung.
Mantan Hakim Agung Iftikhar Chaudhry, dicopot dari jabatannya pada tahun 2007 oleh mantan Presiden Pervez Musharraf. Presiden yang baru naik, Presiden Asif Ali Zardari menolak mengangkatnya
kembali pada jabatannya karena dianggap sebagai ancaman atas jabatan Zardari.
Hal tersebut membuat para pengacara dan aktifis bersuara dan menyatakan ketidakpuasan atas ketidakadilan yang terjadi. Selain hal tersebut juga ada banyak sengketa antara partai yang memerintah dan oposisi yang memperuncing pertikaian.
Sumber : NY Times/VMIkuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”