Warna Baru Laskar Pelangi

Film Review / 29 September 2008

Kalangan Sendiri
Warna Baru Laskar Pelangi
arienurkrisna Official Writer
6361

lp1Melihat trend perfilman di Indonesia bisa disamankan dengan makan prasmanan pada saat resepsi, dimana kuantitas lebih diutamakan ketimbang kualitas. Banyak sekali yang disuguhkan, Rebutan orang mengantri tetapi soal rasa terasa hambar dan terkadang tidak enak. Itulah rasa yang disuguhkan perfilman Indonesia dimana tema yang banyak disuguhkan adalah Mistik, Seks dan Perselisihan. Semua diolah dengan akting dan sinematografi nyaris setaraf sinetron yang sangat tidak memberikan nilai moral yang dibutuhkan generasi muda bangsa ini. Yang didahulukan adalah penjualan tiket dan iklan, kejar tayang dan eksploitasi negatif.


Laskar pelangi jelas sekali memberi warna segar bagi perfilman Indonesia, sangat menonjol dibanding yang lain. Barang langka yang satu ini diangkat dari novel fenomenal dengan judul yang sama karya Andrea Hirata. Mengambil latar tahun 70-an menceritakan perjuangan guru-guru yang diperankan (Cut Mini) dan (Ikranagara) dan siswa-siswi sebuah sekolah dasar mempertahankan sekolah dan menghadapi tantangan yang besar dan berat. Walau nyaris menyerah perjuangan mereka didorong semangat dan kecerdasan serta bakat siswa-siswinya Ikal (Zulfani), Lintang (Ferdian) dan Mahar (Veris Yamarno) untuk terus maju.

lpo

Melihat kualitas akting ga usah diragukan lagi. Jajaran pemeran watak mewarnai film ini kualitas sinematografi yang luar biasa, baik itu color correction yang dramatis dan setting lokasi dan sudut pengambilan gambar yang luar biasa menambah keindahan film ini. Riri Riza sutradara film "Petualangan Sherina" ini benar-benar telah membuktikan dirinya sebagai sutradara film berkualitas tinggi dengan pesan moral bagi seluruh keluarga di Indonesia. Inilah seharusnya film Indonesia, bernilai bermutu, bermoral, indah dan dipromosikan dengan baik.
Mengesampingkan suku, agama dan bahasa dengan keluguan seorang anak. Itulah yang dibutuhkan bangsa ini untuk bekerjasama membangun bangsa ini. Obyektif tanpa penilaian ego pribadi. Film ini sangat dianjurkan bagi seluruh keluarga. Maju Terus Perfilman Indonesia !!

Sumber : Onchom
Kalangan Sendiri
Halaman :
1

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?