Militer Australia diduga menjadi "jembatan" bagi serangan kodok yang biasa disebut "cane toad" ke Timor Leste.
Sebagaimana diberitakan Reuters, seorang aktivis lembaga bantuan mengemukakan bahwa pasukan Australia saat masuk Dili secara tidak sengaja menjadi pembawa sejumlah kodok beracun itu.
"Sangat banyak kodok di Timor Leste. Kami tidak tahu cara untuk menyingkirkan atau cara membasminya," kata Simplicio Barbosa dari Care International kepada radio Australia.
Beberapa puluh tahun lalu, para ilmuwan mendatangkan kodok dari Hawaii ke Australia untuk mengendalikan hama kumbang yang ada di tanaman tebu.
Kodok yang aslinya dari Amerika Tengah itu bisa tumbuh hingga beratnya 2,6 kilogram. kelenjar berbisa di kulit mereka beracun bagi para predator seperti buaya.
Sebanyak tiga ribu kodok pada tahun 1935 dilepas ke alam bebas di Australia dan sekarang sudah berkembang biak menjadi lebih dari 200 juta.
Barbosa mengatakan kodok-kodok itu menjadi penumpang gelap di truk maupun peralatan militer Australia yang datang ke Timor Leste pada tahun 1999.
Menteri Pertahanan Australia, Joel Fitzgibbon, pada hari Selasa mengemukakan pihaknya akan menyelidiki dugaan tersebut. Dia menjamin bahwa militer Australia punya "kontrol karantina yang ketat".
Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”