Dalai Lama , tidak ingin menyinggung kemelut di negerinya. Beliau mengajarkan menghadapi situasi seperti ini dihadapi dengan cara berdialoh dengan rasa hormat. Dia percaya hal tersebut dapat mengubah musuh menjadi sahabat.
"Satu-satunya cara untuk mengubah musuh kita menjadi teman adalah dengan dialog, dan hormat. Itulah belas kasihan," demikian ungkap Dalai Lama.
Ann Curry dari NBC News menanyakan bagaimana dia bisa mengampuni musuhnya dan tetap memiliki harapan atas situasi Tibet saat ini.
Dalai Lama mengungkap secara umum tentang bagaimana menciptakan sebuah komunitas yang lebih baik dan mengampuni musuh. Ia juga menyatakan harapannya agar dunia menemukan belas kasihan yang lebih besar dengan munculnya lebih banyak pemimpin perempuan.
"Secara umum, perempuan lebih sensitif, ada potensi lebih besar untuk mengembangkan belas kasihan." Jelas Dalai Lama.
Apa yang disampaikan Dalai Lama adalah sesuatu yang luar biasa. Mengampuni musuh, dan menjadikannya teman, adalah suatu cara penyelesaian konflik yang sangat baik. Namun hal itu hanya bisa dilakukan dengan anugrah dari Tuhan dan perkenanan dari-Nya.
Sumber : Kompas.com/VMIkuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”