Walaupun hal itu terlihat lucu dan tidak bersalah, percumbuan bukanlah tindakan dimana wanita mencoba untuk menarik perhatian kata hati seorang pria. Kebanyakan wanita yang bercumbu adalah untuk mencari perhatian. Mengapa? Sepertinya dia memiliki gambaran diri yang buruk dan dia mencari pukulan positif, atau dia putus asa mencari persetujuan dimana dia tidak menerima dari ayahnya. Masalahnya adalah, wanita yang bercumbu seringkali mengalami masa yang sulit untuk meninggalkan sifat itu ketika mereka akhirnya menikah, dan mereka merasa tidak pantas (dan bahayanya) melanjutkan mencari persetujuan dari pria lama setelah merngatakan : "Saya bersedia". Dan juga, wanita yang memerlukan tipe perhatian seperti ini dapat cenderung menjadi seorang yang butuh banyak "perawatan" dalam membian hubungan, selalu memahat lebih banyak perhatian.
Salomo, orang dan raja paling bijaksana yang pernah hidup, jatuh akibat kebohongan ini. Mungkin terpikir dia ini lebih pandai disbanding pujian yang Tuhan berikan padanya, Salomo dengan bandel mengabaikan peringatan Tuhan untuk tidak menikahi wanita penyembah berhala asal negeri lain karena mereka dapat membalikkan hatinya kepada dewa-dewa mereka. Cukup meyakinkan, ini sesungguhnya yang terjadi - dan ini harganya amat mahal baginya. Jadi jika orang paling bijaksana yang pernah hidup, orang yang telah dikunjungi sendiri oleh Tuhan dalam dua kejadian berbeda dan bahkan membangun Bait Allah, tidak cukup kuat untuk tetap menyembah Tuhan sementara hidup dengan wanita yang tidak percaya pada Tuhan, bagaimana anda bisa tampil beda dengan kebohongan seperti ini?.
Pikirkan kembali. Kebutuhan terbesar seorang wanita adalah keamanan, ini berdasarkan sebuah studi. Itu tidak berarti bahwa semua wanita adalah penggali emas, namun anda harus waspada pada motif-motif ini. Ada banyak kebingungan tentang pola pikir wanita secara finansial bahwa menikahi seseorang yang mapan secara finansial akan menyelesaikan semua masalah mereka, apakah ini pria yang cocok baginya atau tidak. Ini tidak menguntungkan karena hubungan dibangun dari motivasi yang salah, dan sepertinya akan sangat mengecewakan.
Ini adalah kesalahan normal yang dibuat banyak pria, khususnya seseorang yang menunggu untuk bisa melakukan hubungan seks hingga pernikahan. Mereka pikir "ketika saya bisa berhubungan seks dengan istri saya, saya tidak akan lagi tergoda oleh pornografi atau pengalaman menikmati hawa nafsu lainnya karena saya akan punya tempat pelepasan untuk energi seksual saya." Saya pikir semua pria menikah yang jujur akan mengatakan pada anda bahwa pernikahan bukanlah penyelesaian masalah nafsu. Dalam beberapa kasus, itu akan menyakiti hati. Ini terutama pada fakta bahwa hawa nafsu bukanlah masalah seksual. Ini adalah masalah hati. Dan seperti suatu api, ketika anda mulai memberinya makan, maka api akan semakin panas dan lapar menyala, tidak terpuaskan. Ketika seorang pria menikah, dia mungkin lebih terfokus pada seks dan dapat terus memberi makan apinya (pikiran nafsunya) dengan gambaran dan fantasi.
Salah! Masa lalunya menjadi masa lalu anda. Anda perlu menggali dan menemukan masa lalunya selama hubungan kencan untuk melihat jika ada isu penting bersembunyi diantara kedalaman air dan permukaan. Bagaimana hubungan si wanita dengan ayahnya?. Apakah dia pernah mengalami pelecehan seksual atau kekerasan?. Bagaimana pria telah memperlakukan dirinya di hubungan sebelumnya? Bagaimana dia memperlakukan pria di masa lalunya?. Semua ini perlu anda ketahui sekarang, atau anda akan terkejut dan dipengaruhi secara mendalam ketika menemui rintangan jalan yang besar dan tulang rangka masa lalu muncul dalam masalah seksual dan keintiman secara emosional.(
Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”