Keinginan Tuhan untuk kita adalah untuk mampu mengatasi godaan, namun itu akan memberi kita harga, khususnya kesombongan dan harga diri kita. Ayat pendahuluan mengingatkan kita : "Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh! (1 Korintus 10:12). Tuhan mengatakan pada kita bahwa langkah pertama mengatasi godaan adalah berhati-hati dengan sikap : "Hal itu (kejatuhan) tidak akan terjadi pada diri saya".
Jika Raja Daud, yang disebut "seorang yang berkenan di hati Tuhan", Gordon MacDonald, dan banyak pria kuat dan wanita beriman akhirnya menyerah pada godaan seksual, maka itu bisa terjadi juga pada diri anda. Tuhan mengatakan pada kita melalui kalimat Paulus ini : "Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh! (1 Korintus 10:12) - bahwa titik lemah kita terhadap dosa timbul ketika kita berpikir itu tidak dapat terjadi pada diri kita.
Ketika anda mencari-cari waktu kedepan untuk menghabiskan lebih banyak waktu dengan orang ini dan anda memastikan diri anda terlihat istimewa jika anda tahu anda mungkin melihat "teman" hari itu - segera LARI!.
Setan menyukai hal ketika kita memegang rahasia dalam gelap karena perasaan malu, ketakutan atau bahkan kesombongan - namun ingatlah, kegelapan dikalahkan oleh terang. Sering hal ini sendiri dapat memecahkan kuasa godaan, namun tentunya bayarannya adalah harga diri anda.
Ya, ada harga dimana ego, harga diri dan kesombongan anda harus dibayar untuk mengalahkan godaan - namun coba ambil waktu dan pertimbangkan tentang harga yang lebih besar akibat menyerah pada godaan. Pertimbangkan kerusakan pada hubungan dengan Tuhan, pada keluarga anda, dan pada kesaksian Kristen, dan juga akibat rasa sakit yang anda berikan pada diri anda sendiri dan orang yang anda cintai. Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”