Ledakan keras yang terjadi di persawahan di Gianyar, Bali, diyakini disebabkan meteor yang menghujam ke bumi atau disebut meteorit. Benda ini tidak akan membahayakan manusia kecuali jika terhantam langsung pecahannya.
"Meteorit umumnya tidak mengandung radiasi. Warga tidak perlu khawatir," ujar peneliti astronomi Lembaga Penerbangan Antariksa Nasional (Lapan) Bandung Thomas Djamaludin ketika dihubungi Rabu (2/1). Ia dimintai tanggapannya terkait ledakan di areal persawahan di Desa Sukawati, Kecamatan Sukawati, Gianyar, Bali, pada Selasa dini hari.

Berdasarkan kronologi peristiwa yang disampaikan warga yaitu diawali ledakan, cahaya terang, munculnya kubangan, dan serpihan batu, Thomas meyakini, itu meteorit. Secara terpisah, Kepala Observatorium Bosscha Taufik Hidayat juga meyakini, ledakan itu dipicu meteorit. Ia menyarankan pihak berwenang mengamankan serpihan batuan luar angkasa itu untuk kemudian diserahkan kepada yang berkompeten demi penelitian.
Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”