Rasa panik merupakan bagian yang penting dari sistem pertahanan tubuh. Tetapi, seringkali hal ini menjadi lebih serius, contohnya ketakutan yang tidak rasional atau pun panic attack. Di saat tertentu, seseorang dapat merasa panik dengan alasan yang tepat. Misalnya, apabila sebuah mobil tiba-tiba melaju dengan kecepatan tinggi pada saat kita sedang menyeberang jalan. Merasa panik dalam situasi seperti itu adalah normal. Kita dapat tiba-tiba berlari dengan kencang. Ketika seseorang dengan fobia bertemu dengan hal yang mereka takuti - atau tahu bahwa mereka akan merasa takut - mereka mengembangkan gejala-gejala kecemasan fisik tertentu. Kecemasan terdiri dari sekumpulan gejala dan tiap orang memiliki pola gejala yang berbeda.
Bagi banyak orang, hal ini cukup untuk membuat mereka benar-benar menghindari apa pun yang mereka takuti sepanjang hidup mereka. Tetapi terkadang, hal itu tidak dapat dihindari dan orang tersebut terpaksa masuk ke dalam situasi yang mereka takuti. Contohnya, seseorang (fobia dokter gigi) tidak pergi ke dokter gigi selama bertahun-tahun, padahal sebenarnya ia sangat membutuhkan perawatan gigi atau seseorang (fobia darah) yang mengalami kecelakaan. Apabila demikian, rasa panik sering terjadi.
Kata ‘sering' sangat penting dalam hal ini - rasa panik bukanlah sesuatu yang dapat diperkirakan dan tidak selalu terjadi. Banyak orang dengan fobia mengagetkan diri mereka sendiri dengan melewati situasi yang biasanya membuat mereka takut, sekalipun mereka tetap merasa tidak senang.
Gejala-Gejala Panic Attack
Bagi mereka yang merasa panik, gejalanya adalah sebagai berikut:
Pengalaman ini dapat terjadi dengan sangat cepat sampai seseorang bahkan merasa bahwa mereka sedang mengalami serangan jantung. Meskipun, kekuatiran ini justru rasa panik itu sendiri. Beberapa orang dapat juga merasa bahwa reaksi tubuh mereka sangat ekstrim dan sangat tidak terkontrol. Bahkan, mereka merasa hanya sebagai pengamat dari apa yang terjadi pada tubuh mereka sendiri. Meskipun mereka tidak menjelaskan pengalaman di luar tubuh, mereka mendeskripsikan perasaan seolah-olah terpisah dari apa yang sedang terjadi. Atau seolah-olah seluruh situasi yang mereka alami tidak lah nyata.
Apa yang dapat saya lakukan untuk menolong diri sendiri?Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”