Saya kira tidak ada keahlian yang lebih penting untuk menjaga hubungan-hubungan kita tetap sehat selain menetapkan batasan-batasan di dalamnya. Anda dapat mempelajari kemampuan untuk menjalin komunikasi yang sehat, dan itu akan membantu. Anda dapat belajar bagaimana menangani konflik, dan itu akan menjadi nilai tambah yang penting. Anda dapat belajar untuk berdoa dan tertawa bersama, dan itu jelas akan menghasilkan dampak yang sangat kuat. Tapi, jika anda tidak tahu bagaimana menentukan dan memelihara batasan-batasan pribadi dan relasional anda, anda akan berada dalam masalah serius.
Ijinkan saya mengingatkan kembali beberapa fakta berikut ini:
Fakta-fakta tersebut mungkin membuat kita bingung. Terlalu banyak orang berpikir bahwa mereka dapat mengatakan pada orang lain bagaimana mereka harus hidup, atau bagaimana mereka seharusnya secara otomatis menghormati preferensi mereka. Bagaimanapun juga, kita harus sangat berhati-hati dalam mengatakan pada orang lain apa yang seharusnya mereka pikirkan, rasakan, atau lakukan, begitupun sebaliknya, kita harus menjaga batasan-batasan kita sendiri dengan hati-hati sehingga orang lain tidak berasumsi bahwa mereka dapat mengendalikan kita dengan menentukan apa yang seharusnya kita pikirkan, rasakan, atau lakukan. Kita bertanggung jawab untuk menjadi transparan dengan orang lain, tentang apa saja yang kita tolerir dan apa saja yang tidak akan kita tolerir. Batasan-batasan ini mengkarifikasi harapan-harapan, bisa diibaratkan seperti peraturan dalam sebuah permainan. Batasan-batasan ini membantu menciptakan kepastian dan stabilitas dalam sebuah hubungan.
Sebagai seorang Clinical Psychologist, banyak masalah yang saya dengar berkaitan dengan masalah batasan-batasan, atau lebih spesifiknya, masalah kurangnya batasan-batasan. Berikut ini beberapa situasi yang pernah dialami beberapa klien saya:
Wanita kedua menulis: "Saya takut berkomunikasi dengan suami saya. Dua tahun belakangan ini, kalau saya mencoba untuk berkomunikasi, dia bersikap kasar, berteriak, dan mengatakan bahwa dia tidak peduli dengan apa yang saya rasakan, dia juga bilang bahwa dia tidak mencintai saya. Dia telah mengabaikan saya dalam peristiwa-peristiwa penting seperti hari ulang tahun saya, hari valentine, dan lainnya. Dia berkata bahwa dia memang tidak terlalu mengistimewakan hari-hari seperti itu tapi dia membelikan hadiah ulang tahun untuk putra kami yang berusia 7 tahun. Dua hari lalu saya berulang tahun dan dia mengetahuinya, tapi dia bahkan tidak mengucapkan selamat ulang tahun. Semua itu menyakitkan tapi saya tahu saya akan merasa lebih buruk lagi jika saya mengkonfrontasi dia dan saya takut berbicara padanya. Anda punya saran?"
Ketahuilah bahwa anda tidak bisa mengubah orang lain, anda hanya bisa merubah diri anda sendiri. Mungkin saja dia akan terus menjadi seperti itu, tapi anda tidak harus terus bersembunyi di sudut ruangan. Jika dia memperlakukan anda dengan buruk, tinggalkan dia. Jika dia berteriak, katakan padanya untuk memperkecil suaranya jika dia ingin anda mendengarkannya. Oleh Tuhan kita telah dipercayakan sebagai pengurus dari diri kita sendiri, kita telah dibeli dengan harga yang sangat mahal, dan tentu saja kita akan merawat diri sendiri sebaik mungkin. Kita tidak dapat menolong orang lain, melayani orang lain, atau menggunakan karunia-karunia, potensi, dan harta kita jika kita terus mengabaikan kondisi emosional yang tidak semestinya itu.Dalam kedua kasus di atas, wanita-wanita ini bersikap tolerir secara berlebihan. Mereka mengijinkan pria-pria dalam hidup mereka memperlakukan mereka dengan tidak hormat. Mereka memang bukan menjadi penyebab dari sikap tidak hormat itu, tapi mereka memungkinkan tindakan itu untuk terus berlanjut. Perubahan memang tidak pernah mudah, tapi sikap untuk menghormati dan menghargai diri sendiri, serta menentukan batasan-batasan yang jelas, akan memulai proses perubahan itu.
Sumber : cbnIkuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”