Jangan Hanya Berkata
Kalangan Sendiri

Jangan Hanya Berkata "Nanti Saya Doakan" Mulailah Menabur Doa Hari Ini

Aprita L Ekanaru Official Writer
      167

Ayat Renungan:

Kolose 1:9 - “Sebab itu sejak waktu kami mendengarnya, kami tiada berhenti-henti berdoa untuk kamu.” 

 

Pernahkah Anda mengatakan kepada seseorang, “Nanti saya doakan ya,” tetapi kemudian lupa melakukannya? Banyak dari kita mungkin pernah mengalaminya. Niatnya baik, tetapi kesibukan, rutinitas, atau hal lain membuat kita menunda hingga akhirnya doa itu tidak pernah benar-benar dipanjatkan. 

Padahal dalam ayat Kolose 1:9  memberi kita teladan yang sangat kuat tentang pentingnya menabur doa bagi orang lain.  Perhatikan bagian pertama dari ayat ini, yaitu “sejak waktu kami mendengarnya.” Paulus tidak menunggu waktu yang lebih tepat. Ia tidak berkata, “Nanti saja kalau saya sempat.” Begitu ia mendengar kabar tentang jemaat di Kolose, ia langsung mulai mendoakan mereka. 

Doa sering kali paling efektif ketika kita segera melakukannya. Ketika seseorang menceritakan pergumulannya, saat itulah kesempatan kita untuk mulai menabur doa. Bahkan ketika seseorang berbagi kabar baik, kita juga bisa langsung bersyukur dan mendoakan agar Tuhan terus memimpin hidupnya. 

Bagian berikutnya dari ayat ini juga tidak kalah penting. Paulus berkata bahwa ia “tiada berhenti-henti berdoa.” Artinya, doa bukanlah Tindakan yang sekali selesai. Menabur doa itu seperti menanam benih. Setelah benih ditanam, kita perlu terus menyiraminya. 

Sering kali kita berhenti berdoa karena merasa belum melihat perubahan. Kita mungkin berpikir doa kita tidak ada hasilnya. Namun firman Tuhan mengajarkan bahwa ketekunan dalam doa adalah bagian dari iman. Kita tetap berdoa karena percaya Tuhan sedang bekerja, bahkan ketika kita belum melihat jawabannya. 

Menariknya, menabur doa bagi orang lain ternyata juga membawa perubahan dalam hati kita sendiri. Ketika kita mulai berdoa bagi kebutuhan orang lain, fokus hidup kita bergeser. Hati kita perlahan dijauhkan dari sikap egois dan lebih dipenuhi oleh kasih Kristus. 

Doa membuat kita lebih peka terhadap orang lain. Kita mulai merasakan beban yang mereka rasakan. Kita belajar mengasihi seperti Tuhan mengasihi. 

Hari ini, mari kita mulai kebiasaan sederhana tetapi memiliki dampak yang luar biasa ini. Ketika Anda mendengar seseorang sedang bergumul, jangan tunda. Doakan mereka segera. Lalu teruslah mengingat mereka dalam doa-doa Anda. 

Karena setiap doa yang Anda taburkan bukan hanya memberkati orang yang Anda doakan, tetapi juga membentuk hati Anda semakin serupa dengan Kristus. 

 

Refleksi pribadi: 

1. Apakah saya benar-benar mendoakan orang lain ketika mendengar pergumulan mereka, atau hanya sekadar mengatakan “nanti saya doakan”?   

2. Siapa satu orang yang hari ini bisa saya ingat secara khusus dalam doa dan bisa terus saya doakan dengan setia? 

Ikuti Kami