Hanya Memilih yang Nyaman Bagi Telinga

Renungan Harian / 24 April 2026

Kalangan Sendiri
Hanya Memilih yang Nyaman Bagi Telinga
Lori Official Writer
      153

2 Timotius 4:3-4

"Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng."

 

Bayangkan seorang pasien yang sudah lama sakit pergi ke dokter. Dari hasil pemeriksaan, dokter  menyampaikan diagnosis yang benar. Lalu meresepkan obat yang tepat dan menyarankan pasien mengubah gaya hidupnya yang membuat kondisinya lebih buruk. Tidak ada pilihan lain, selain mengubah kebiasaannya secara drastis. 

Tapi si pasien merasa keberatan dengan saran itu, sehingga dia memilih pergi ke "dokter" lain, yang kali ini tersenyum lebar, mengatakan bahwa kondisinya baik-baik saja, meresepkan suplemen yang rasanya manis. Lalu menyampaikan bahwa tidak ada yang perlu diubah dari gaya hidupnya. Si pasien pun pulang dengan perasaan senang dan lega.

Namun kondisinya tidak jauh lebih baik. Sakitnya bahkan semakin parah karena gaya hidup yang ia jalani membuatnya lebih buruk.  

Saudara, ini adalah gambaran paling berbahaya dalam kehidupan kita hari-hari ini sebagai orang-orang percaya. Serangan mematikan untuk iman kita bukan penganiayaan dari orang yang tidak percaya. Atau ancaman penolakan terhadap gedung-gedung gereja. Tapi ancaman yang paling mematikan adalah ketika orang Kristen sendiri mulai memilih guru-guru palsu, konten yang hanya menyenangkan hati, dan komunitas yang membuat kita menjadi kompromi dengan dosa.

Paulus menegaskan kondisi ini di dalam 2 Timotius 4. Dia bukan hanya menulis prediksi futuristik yang jauh. Tetapi berbicara tentang suatu musim tertentu dalam sejarah gereja — dan jika kita jujur, kita sedang hidup di dalamnya.

Sederhananya kita bisa temukan saat kecenderungan kita lebih suka dengan konten rohani yang membuat kita merasa dikuatkan, dipeluk dan diberi semangat. Tentu saja itu tidak salah. Tetapi ketika kita hanya mau mendengar jenis konten itu saja dan menolak Firman yang menegur, memperingatkan, dan mengoreksi, di sini kita sedang masuk ke dalam perangkap yang Paulus ceritakan.

Algoritma media sosial bekerja dengan prinsip yang sama - memberikan kita apa yang kita sukai saja, bukan apa yang kita butuhkan. Dan tanpa sadar, dari kita yang membangun kehidupan rohani dengan prinsip yang sama — hanya mengonsumsi kebenaran yang terasa enak.

Paulus menegaskan bahwa akan ada masanya orang-orang akan mengumpulkan bagi diri mereka sendiri guru-guru yang sesuai keinginan mereka. Hal serupa ditegaskan di dalam Yeremia 5:31, katanya "...umat-Ku sangat menyukainya!" Umat Tuhan sendiri yang menginginkan dan menikmatinya. 

Serangan yang paling mematikan terhadap orang percaya bukan orang-orang yang berasal dari luar gereja. Sebaliknya orang-orang yang menyebut diri pengikut Kristus, yang tiap minggu duduk di bangku gereja, tapi secara perlahan membangun sistem kepercayaan yang dibentuk oleh selera pribadi, bukan oleh Firman Tuhan.

Mereka suka khotbah tentang berkat, tapi menghindari khotbah tentang pertobatan. Mereka suka ayat tentang kasih Allah, tapi tidak mau tahu tentang kekudusan-Nya. Mereka suka komunitas yang mendukung keputusan mereka, tapi menjauh dari saudara seiman yang berani menegur dengan kasih.

Lama-lama, yang mereka pegang bukan lagi iman Kristen yang utuh — tapi versi yang sudah disesuaikan dengan selera dan gaya hidup mereka sendiri.

Inilah yang Paulus maksud ketika ia berkata "mereka akan membukakan telinga bagi dongeng." Ketika kebenaran ditolak, dongeng-lah yang masuk. Dan dongeng itu tidak selalu terlihat seperti dongeng tetapi terdengar sangat masuk akal, relevan, menyenangkan hati dan spiritual. 

Pertanyaannya bukan: "Apakah hidupku diisi sesuatu?" Tetapi pertanyaan adalah "Diisi oleh apa hidupku saat ini?"

 

Action Praktis:

Hari-hari ini, kita dimanjakan untuk menjauh dari Alkitab. Kita menjadi percaya begitu saja dengan khotbah dan konten rohani. Kita lupa dengan esensinya bahwa kita perlu membaca Alkitab secara pribadi dan mendapatkan pewahyuan secara pribadi dari Tuhan. Kita perlu mengingat bahwa di masa-masa ini, kita dikepung dengan kenyamanan rohani yang palsu. Itu adalah tanda-tanda kehidupan orang percaya jauh lebih berbahaya. 

Ambil waktu sejenak untuk menjawab dua pertanyaan ini:

1. Cek konten rohani yang Anda tonton, dengarkan, atau baca. Apakah semuanya berfokus untuk membuat Anda merasa nyaman dan dikuatkan? Atau ada juga yang menegur, mengingatkan dan mengajak Anda untuk berubah?

2. Apakah khotbah atau konten yang Anda konsumsi benar-benar berdasarkan Firman Tuhan, atau hanya terasa benar karena sesuai dengan apa yang Anda inginkan?

Kalangan Sendiri

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Layanan Doa dan Bimbingan Rohani CBN Indonesia
Shalom 🙏
Terima kasih sudah mengunjungi kami.
Kami ada untuk mendengarkan, mendoakan, dan mendampingi perjalanan Anda.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?