Matius 6:11-12
"Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami..."
Pernahkah kita berpikir, “Jika dosa kita sudah diampuni oleh Yesus, mengapa kita masih perlu meminta pengampunan setiap hari?”
Yesus mengajarkan doa ini dengan tujuan yang sangat jelas. Kita diingatkan bahwa kehidupan bersama Tuhan bukan hanya tentang status keselamatan, tetapi tentang hubungan yang terus dipelihara setiap hari.
"Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami..." (Matius 6:11-12)
Memang, ketika kita percaya kepada Yesus, kita telah diampuni dan menjadi anak-anak Allah. Namun dalam perjalanan hidup sehari-hari, kita masih dapat jatuh—baik dalam pikiran, perkataan, maupun sikap.
Karena itu, Tuhan mengajar kita untuk datang kepada-Nya dengan kerendahan hati, mengakui setiap kesalahan, dan mengalami pemulihan secara terus-menerus. Sebagaimana disampaikan dalam 1 Yohanes 1: 9, "Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan."
Mengakui dosa bukan berarti kita kehilangan keselamatan. Sebaliknya, itu adalah cara kita menjaga kedekatan dan keintiman dengan Tuhan.
Di dalam doa yang sama, juga ditekankan bagaimana kita bisa menerima pengampunan dari Tuhan seperti kita juga mengampuni orang lain. Ini menunjukkan bahwa Tuhan rindu kita memiliki hati yang serupa dengan-Nya.
Jadi, setiap hari kita datang kepada Tuhan memohon pengampunan, dan di saat yang sama kita juga dipanggil untuk melepaskan pengampunan kepada sesama (Matius 6:14). Artinya, kita tidak dapat terus menerima pengampunan dari Tuhan, tetapi menahan pengampunan bagi orang lain.
Tentu saja mengampuni bukan hal yang mudah. Luka karena perkataan atau Tindakan orang lain akan selalu menetap. Tetapi pengampunan bukan hanya tentang perasaan kita, itu adalah keputusan hati. Setiap kali kita memilih untuk mengampuni, kita sedang melepaskan beban, membuka ruang bagi damai sejahtera Tuhan, dan semakin dibentuk menjadi serupa dengan Kristus.
Sebagaimana kita memohon pengampunan dari Tuhan setiap hari, demikian pula kita belajar untuk mengampuni setiap hari. Ini adalah proses setiap hari yang tidak mudah tetapi kita pasti bisa melakukannya.
Action Praktis:
Tuhan tidak pernah lelah mengampuni kita. Dan hari ini, Dia mengundang kita untuk melakukan hal yang sama. Mari mengampuni—sebagaimana kita telah diampuni!