Mengasihi Bukan Saat Mudah, Tetapi di Saat Paling Sulit

Renungan Harian / 26 June 2026

Mengasihi Bukan Saat Mudah, Tetapi di Saat Paling Sulit
Lori Official Writer
      139

Efesus 4:1-3

“Sebab itu aku menasihatkan kamu, aku, orang yang dipenjarakan karena Tuhan, supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu. Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu. Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera.”

 

Tidak ada manusia yang sempurna. Setiap orang memiliki kelemahan, kekurangan, dan proses pertumbuhan yang berbeda. Karena itu, dalam kehidupan sehari-hari, kita pasti akan bertemu dengan orang-orang yang tidak mudah dipahami, mengecewakan, bahkan menguji kesabaran kita.

Menariknya, dalam Efesus 4:1-3, Rasul Paulus menulis pesan untuk hidup rendah hati, lemah lembut, sabar, dan penuh kasih bukan dari keadaan yang nyaman. Ia menulisnya sebagai orang yang sedang dipenjarakan karena Tuhan. Artinya, Paulus sendiri sedang berada dalam tekanan, namun ia tetap mengingatkan jemaat untuk memiliki sikap hati yang benar.

Paulus menegaskan bahwa respons yang benar tidak ditentukan oleh keadaan yang baik-baik saja. Ia tidak menunggu diperlakukan adil untuk belajar mengasihi. Justru di tengah perlakuan yang tidak adil, tekanan, dan penderitaan, Paulus menunjukkan bahwa orang percaya dipanggil untuk tetap hidup dalam kasih dan kesabaran.

Dari kehidupan Paulus, kita belajar bahwa sebagai orang-orang yang hidup di dalam Kristus, kita dipanggil untuk memiliki respons yang berbeda. Seperti yang ia sampaikan dalam Efesus 4:1, “Sebab itu aku menasihatkan kamu, aku, orang yang dipenjarakan karena Tuhan, supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu.”

Panggilan kita bukan hanya percaya kepada Kristus, tetapi juga hidup menyerupai Kristus. Karena itu, rendah hati (Filipi 2:3), lemah lembut (Matius 11:29), sabar (Kolose 3:13), dan penuh kasih (Matius 22:39), bukan sekadar etika sosial saja. Tetapi ini adalah buah dari pengajaran Injil.

Melalui orang-orang yang sulit, yang sering mengecewakan, yang mungkin belum dewasa secara rohani, bahkan yang pernah melukai kita, Tuhan dapat membentuk iman dan kemurnian hati kita. Orang yang hatinya murni tidak hanya melihat kesalahan orang lain, tetapi juga melihat kesempatan untuk bertumbuh. Ia tidak hanya melihat luka, tetapi juga melihat ruang untuk mengampuni. Ia tidak hanya melihat kelemahan sesama, tetapi juga melihat panggilan untuk menyatakan kasih Kristus.

Saudara, milikilah hati yang murni. Bukan hati yang menolong supaya dipuji. Bukan hati yang sabar hanya ketika keadaan nyaman. Bukan hati yang mengasihi hanya kepada orang yang mudah dikasihi. Tetapi hati yang tetap memilih kasih, karena Kristus sudah lebih dulu mengasihi kita.

 

Momen Refleksi:

Apakah ada seseorang yang sedang menguji kesabaran Anda? Hari ini, mintalah Roh Kudus menolong Anda untuk tetap rendah hati saat ingin membela diri, tetap lemah lembut saat ingin marah, tetap sabar saat ingin menyerah, dan tetap mengasihi dengan hati yang murni.

Tuhan Yesus memberkati.

 

Hak Cipta © Maria Kaesmetan, Spiritual Life CBN Indonesia Departemen 

_____________________________________________________________________________


Baca Juga Renungan Lainnya:

Pemulihan Relasi Keluarga yang Rusak

Hati yang Baru untuk Mengasihi dengan Cara Tuhan

Mengasihi Musuh Proses Menuju Hati yang Merdeka

 

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?