Menemukan Kedamaian di Dunia yang Berisik
Kalangan Sendiri

Menemukan Kedamaian di Dunia yang Berisik

Lori Official Writer
      70

Yohanes 16:33

Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia."

 

Saat kita mendekati Paskah, kita sering berfokus pada perayaan Kebangkitan. Tetapi ada kekuatan yang mendalam di hari-hari menjelang Paskah—musim “Pra-Paskah”. Dalam Alkitab, ini adalah masa keheningan yang berat, tekanan yang meningkat, dan ketidakpastian yang intens bagi para murid.

Apakah hal ini terdengar familiar?

Saat ini, dunia kita terasa seperti selalu “aktif”. Kita dibombardir oleh peringatan berita terkini, pemberitahuan media sosial, dan tekanan untuk terus mengikuti perkembangan. Kita hidup dalam budaya yang menuntut hasil instan, namun banyak dari kita merasa seperti terjebak dalam hari Sabtu yang panjang dan gelap, menunggu terobosan yang belum datang.

Dalam Injil Yohanes 16:33 (TB), Yesus memberi kita pengingat akan realitas dan sebuah janji: “Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.”

Perhatikan bahwa Yesus tidak berkata, “Di dunia ini, kamu akan memiliki kehidupan yang sempurna dan bebas stres.” Dia menjanjikan kesengsaraan (masalah/tekanan). Tetapi Dia juga menjanjikan kedamaian.

Pra-Paskah adalah tentang “Di Antara”. Ini adalah ruang antara penderitaan Salib dan sukacita Kubur yang Kosong. Ini mengajarkan kita bahwa Tuhan sering melakukan pekerjaan-Nya yang terdalam ketika segala sesuatu tampak paling tenang—atau paling kacau.

Untuk memahami apa artinya menemukan kedamaian Paskah di dunia “Pra-Paskah”, kita perlu melihat kehidupan Corrie ten Boom.

Selama Perang Dunia II, Corrie dan keluarganya dikirim ke kamp konsentrasi Nazi karena menyembunyikan orang-orang Yahudi di rumah mereka. Di tempat yang gelap dan menakutkan itu, tidak ada “pagi Paskah” yang terlihat untuk waktu yang lama. Dia kehilangan saudara perempuannya, Betsie, karena kondisi keras di kamp tersebut.

Corrie hidup di dunia yang benar-benar gelap dan penuh penderitaan. Namun, dia mengingat janji-janji Kristus. Ia terkenal dengan ucapannya:

“Jangan pernah takut untuk mempercayakan masa depan yang tidak diketahui kepada Tuhan yang dikenal.”

Corrie tidak menunggu keadaan berubah sebelum menemukan kedamaian. Ia menemukan kedamaian dalam kesengsaraan karena ia tahu bahwa kisah itu tidak berakhir di kamp. Sama seperti Jumat mengarah ke Minggu, ia tahu kemenangan Tuhan adalah final. Ketika akhirnya ia dibebaskan (karena kesalahan administrasi, yang ia sebut sebagai mukjizat), ia menghabiskan sisa hidupnya mengajarkan kepada dunia bahwa tidak ada jurang yang begitu dalam karena kasih Tuhan lebih dalam lagi.

Dunia kita saat ini terasa seperti “jurang” bagi banyak orang—tekanan ekonomi, perjuangan kesehatan mental, dan keresahan global. Kita semua menunggu versi “Minggu pagi” kita sendiri.

Jika Anda sedang berada dalam masa menunggu atau menderita saat ini, ingatlah:

• Diam bukanlah Ketidakhadiran. Hanya karena Anda tidak dapat melihat Tuhan bergerak bukan berarti Dia tidak bekerja di balik layar.

• Tekanan Memiliki Tujuan. Benih Kebangkitan ditanam dalam kegelapan sebuah makam. Perjuanganmu mungkin adalah lahan tempat kekuatan terbesarmu tumbuh. 

• Pandanglah “Allah yang Dikenal”. Seperti Corrie, kita tidak perlu mengetahui masa depan; kita hanya perlu mengenal Dia yang memegang kendalinya.

Intinya, paskah bukan hanya hari di kalender; itu adalah pengingat bahwa betapapun gelapnya musim “Pra-Paskah” dalam hidupmu, Terang sudah dalam perjalanan.

 

Doa: 

“Tuhan, terima kasih atas pengingat bahwa bahkan di tengah kesulitan, aku dapat memiliki kedamaian. Bantulah aku untuk mempercayai-Mu selama masa “penantian”ku. Ketika dunia terasa gaduh dan kacau, tenangkan hatiku dengan kebenaran bahwa Engkau telah mengalahkan dunia. Amin.”

 

Hak Cipta Renungan oleh Dr. Harry Lee, MD.,PsyD, Gembala Restoration Christian Church di Los Angeles - California

Ikuti Kami