Jangan Abaikan Dorongan Kecil di Dalam Hatimu

Renungan Harian / 4 November 2026

Jangan Abaikan Dorongan Kecil di Dalam Hatimu
Lori Official Writer
      67

Kisah Para Rasul 8:29

"Lalu kata Roh kepada Filipus: "Pergilah ke situ dan dekatilah kereta itu!" Filipus segera ke situ dan mendengar sida-sida itu sedang membaca kitab nabi Yesaya. Kata Filipus: "Mengertikah tuan apa yang tuan baca itu?" Jawabnya: "Bagaimanakah aku dapat mengerti, kalau tidak ada yang membimbing aku?" Lalu ia meminta Filipus naik dan duduk di sampingnya."

 

Saya punya satu pengalaman tentang seorang teman yang sudah saya anggap seperti kakak sendiri. Dulu ia adalah mentor rohani saya, sebelum akhirnya pindah ke luar kota untuk pekerjaan baru. Dan di satu hari waktu saya bekerja, tiba-tiba saya kepikiran tentang dia - hal yang tak biasa saya alami. "Ah, cuma keingat aja," gumam saya dalam hati.

Menjelang malam, telepon saya berdering. Seorang teman lain, yang juga dekat dengan saya dan kakak mentor saya, mengabarkan bahwa kakak mentor saya sedang sakit. Tiba-tiba saya teringat kejadian di siang itu dan membuat saya semakin yakin bahwa "Itu bukan hanya pikiran, tapi Roh Kudus yang berbicara."

Mungkin ada di antara kita yang pernah mengalami hal serupa. Saat sedang bekerja atau scrolling ponsel, sebuah nama muncul begitu saja di pikiran. Seorang teman lama, saudara yang lama tidak ada kabar, atau rekan kerja yang akhir-akhir ini tampak lebih pendiam. Ada dorongan yang berbisik, “Coba tanya kabarnya.” Tapi kita justru menepis suara itu dan berkata, “Ah, gak enak ganggu dia. Takut dia lagi sibuk." Dan kita mengurungkan niat untuk bertindak. 

Lalu beberapa hari kemudian, kita mendengar kabar bahwa orang itu ternyata sedang sakit, seperti kakak mentor saya, atau sedang bergumul dan butuh teman berbagi. Lalu kamu menyesal, “Coba kemarin aku tanya kabarnya, mungkin dia bisa merasa lebih baik.”

Kadang kala, Roh Kudus mengingatkan kita tentang sesuatu yang mendesak - entah itu berdoa, menanyakan kabar atau melakukan sesuatu untuk orang lain. Dorongan itu kecil dan tidak disertai suara menggelegar atau penjelasan panjang, dan mudah sekali untuk kita abaikan. Begitulah yang terjadi pada Filipus ketika ia berada di jalan yang sepi dan terpencil dari Yerusalem menuju Gaza. Tiba-tiba, Roh Kudus hanya mengucapkan satu kalimat pendek: “Pergilah ke situ dan dekatilah kereta itu!”

Di sini Roh Kudus hanya menyuruh Filipus pergi, tanpa menjelaskan detailnya. Bedanya dengan pengalaman kita, Filipus memilih taat. “Filipus segera ke situ” (Kisah Para Rasul 8:30), dan barulah di sana ia mendapati seorang pejabat tinggi Etiopia yang sedang membaca Kitab Yesaya tetapi belum memahaminya. Pertanyaan Filipus, “Mengertikah tuan apa yang tuan baca itu?”, membuka percakapan yang berujung pada pengenalan akan Yesus dan baptisan sida-sida itu.

Roh Kudus bekerja di dalam kita untuk menuntun kita melakukan apa yang Tuhan kehendaki, dan itulah yang Filipus pahami ketika ia bersedia taat. Seandainya ia menepis atau menunda suara itu, kereta itu akan lewat begitu saja, dan satu jiwa yang sedang menantikan kasih Tuhan mungkin terlewatkan hari itu. Inilah yang sering luput dari kita. Roh Kudus berbicara lewat sebuah dorongan kecil di dalam hati, entah untuk mendoakan seseorang, menanyakan kabar, atau sekadar mendengarkan, dan itu bisa menjadi pintu yang Tuhan pakai untuk menjangkau satu jiwa.

Saudara, bagaimana jika hari ini Roh Kudus berbicara di hatimu lewat satu nama yang tiba-tiba terlintas, satu beban untuk mendoakan seseorang, atau satu dorongan untuk menanyakan kabar? Apakah kamu akan seperti Filipus yang segera melangkah, atau seperti saya di hari itu yang menepisnya dengan berkata, “Ah, cuma keingat aja kali."

Tuhan tidak pernah berbicara tanpa tujuan. Di balik dorongan sekecil apa pun, ada seseorang yang sedang menunggu, ada waktu yang tidak akan terulang, dan ada kasih-Nya yang ingin dinyatakan lewat ketaatan kita. Jangan sampai kita baru tersadar setelah kereta itu berlalu. Maka mari memilih taat ketika Tuhan berbicara lembut di dalam hati kita.

 

Pertanyaan Refleksi:

1. Pernahkah kamu punya pengalaman dimana Roh Kudus berbicara dalam hatimu dan melakukannya dengan taat seperti Filipus? Mari ceritakan pengalaman itu kepada seseorang hari ini.

2. Kenapa kamu bisa meyakini jika itu adalah suara Roh Kudus? Apa yang Tuhan minta untuk kamu lakukan?

 

Ada Ruang untuk Kamu Bercerita! 

Apapun pesan Tuhan yang menyentuh hatimu hari ini, kiranya menjadi jembatan untuk mendatangkan pemulihan bagi tubuhmu, semangat bagi rohmu dan hikmat untuk menuntun hidupmu. 

Kalau kamu sedang memikul pergumulan yang berat, menyimpan pertanyaan tentang Siapa Yesus dan masih belum terjawab, atau hanya rindu ada yang mendengarkan, kamu tidak perlu memendamnya sendiri. Cukup satu langkah kecil - mari bercerita. 

Layanan Doa 24 jam kami siap mendampingimu! Hubungi kami melalui WhatsApp di 0822-1500-2424 (terpercaya dan rahasia).

Jangan ragu untuk mendapatkan bantuan yang kamu perlukan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?