Setia Meski di Saat Paling Sulit
Kalangan Sendiri

Setia Meski di Saat Paling Sulit

Lori Official Writer
      115

Yohanes 19: 26-27

"Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: "Ibu, inilah, anakmu!" Kemudian kata-Nya kepada murid-Nya: "Inilah ibumu!" Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya."

 

Baru-baru ini, kami kembali menghubungi seorang pria yang beberapa waktu lalu memutuskan untuk meninggalkan semua yang ia punya untuk mengikut Yesus. Padahal sebelumnya, dia adalah tokoh religius yang dihormati di keyakinan sebelumnya. 

Setelah menyerahkan hidup sepenuhnya untuk ikut Tuhan, pria ini justru harus menghadapi banyak kehilangan - orang-orang terdekat meninggalkannya dan ia kehilangan pekerjaan. Setiap hari terasa menjadi begitu sulit dan memunculkan rasa putus asa yang mendalam.

Jujur saja, situasi ini banyak dialami oleh orang-orang yang memilih ikut Tuhan. Sukacita dan rasa damai ketika pertama kali mengenal Yesus memang terasa indah. Tetapi hidup terus berjalan dan akan banyak situasi sulit dan buruk yang melengkapi perjalanan. 

Pertanyaannya adalah: "Apakah kita akan terus bertahan atau memilih menyerah?"

Saya sangat tertarik dengan kisah perjalanan iman murid-murid Yesus. Dari sebelah murid yang ada, Yohanes adalah salah satu murid yang paling setia. Ketika murid-murid yang lain melarikan diri saat penyaliban Yesus, Yohanes justru tetap tinggal sampai akhir. Seperti digambarkan di Yohanes 19: 26-27, "Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: "Ibu, inilah, anakmu!" Kemudian kata-Nya kepada murid-Nya: "Inilah ibumu!" Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya."

Kita tahu bahwa Yohanes diberikan julukan "murid yang dikasihi Yesus". Tidak heran jika ia juga menjadi salah satu yang pertama mengenali Yesus saat di Danau Galilea. Hal ini terjadi karena hatinya telah melekat kuat kepada Yesus. Ia percaya bahwa Pribadi yang membimbingnya selama tiga tahun itu adalah Tuhan. Inilah yang membedakannya dengan murid-murid lain. Sampai akhir hidupnya, Yohanes tetap setia menuntaskan mandat Yesus—merawat Maria, melayani, menulis Injil, dan menerima pewahyuan besar yang dicatat dalam kitab Wahyu.

Yohanes bukan tidak pernah mengalami kesulitan. Justru, dia berkali-kali ditolak pemimpin agama, diancam pemerintah Romawi, menerima tekanan sosial, diasingkan dan bahkan juga pernah ditegur oleh Tuhan karena sikapnya. Tetapi tidak sekalipun ia memilih meninggalkan Yesus.

Hari ini, mungkin banyak kesulitan hidup yang sedang kita hadapi setelah ikut Yesus. Kita kehilangan segalanya, termasuk keluarga kita. Tetapi di tengah situasi ini, apakah kita terdorong untuk meninggalkan Yesus? Atau memilih untuk tetap setia sampai akhir? Mari renungkan secara pribadi dan dengan jujur bagaimana perjalanan iman Anda bersama Dia.

 

Selamat berproses. Tuhan Yesus Memberkati.

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Layanan Doa dan Bimbingan Rohani CBN Indonesia
Shalom 🙏
Terima kasih sudah mengunjungi kami.
Kami ada untuk mendengarkan, mendoakan, dan mendampingi perjalanan Anda.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?