Percaya Tanpa Melihat
Kalangan Sendiri

Percaya Tanpa Melihat

Lori Official Writer
      112

Yohanes 20:26-27

"Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu! Kemudian Ia berkata kepada Tomas: "Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah."

 

Pernahkah kamu menerima kabar baik dari seseorang, lalu dalam hati berkata, "Ah, masa sih? Aku harus lihat sendiri dulu baru percaya?" Kita sering seperti itu — mendengar kabar baik, tapi tetap menuntut bukti nyata sebelum mau percaya. Tanpa sadar, itulah sikap Tomas yang kita warisi dalam kehidupan iman kita.

Tomas tidak hadir saat Yesus menampakkan diri kepada murid-murid yang lain setelah kebangkitan-Nya. Ketika teman-temannya berkata, "Kami telah melihat Tuhan!", Tomas menolak mentah-mentah. Ia bahkan menetapkan syarat: hanya jika ia bisa menyentuh bekas paku di tangan Yesus, barulah ia percaya. Bukan sekadar ragu — Tomas secara tegas menolak untuk percaya.

Lalu datanglah hari itu. Delapan hari setelah kebangkitan, pintu-pintu terkunci rapat, namun tiba-tiba Yesus berdiri di tengah-tengah mereka. Yang membuat Tomas terdiam bukan hanya kehadiran Yesus yang menembus pintu tertutup itu — melainkan kata-kata pertama yang Yesus ucapkan kepadanya. Tanpa ada yang melaporkan, tanpa ada yang menceritakan, Yesus langsung berkata, "Tomas, taruhlah jarimu di sini, lihatlah tangan-Ku. Ulurkan tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku." Yesus tahu kata-kata yang Tomas ucapkan seminggu lalu. Ia tahu setiap syarat yang Tomas tetapkan. Ia tahu kedalaman keraguan yang Tomas simpan sendirian. Tidak ada yang tersembunyi dari-Nya.

Mari lihatlah bagaimana Yesus merespons Tomas. Ia tahu iman Tomas dan apa yang ia ucapkan kepada murid-murid lain. Sehingga Yesus dengan lembut berkata, "Tomas, ulurkanlah tanganmu." Yesus tahu persis apa yang Tomas butuhkan — dan Ia memenuhinya dengan kasih yang sabar. 

Dan waktu Tomas menyentuh Tangan Yesus, dia berkata, "Ya Tuhanku dan Allahku!". 

Mungkin kita juga pernah berada di posisi seorang Tomas. Kita berkata, "Tuhan, kalau Engkau sembuhkan penyakitku, aku akan percaya." Atau, "Kalau Engkau selesaikan masalah keluargaku, baru aku mau berserah." Kita tanpa sadar menetapkan syarat untuk menaruh iman kita sepenuhnya kepada Dia. Tetapi Yesus menegaskan bahwa iman bekerja dengan cara yang berbeda karena itu membutuhkan penyerahan kita sepenuhnya kepada Tuhan.

 

Refleksi Pribadi:

1. Apakah kita hanya akan beriman dan percaya kepada Tuhan dengan syarat yang kita tetapkan?

Tuhan tahu bahwa kita manusia terbatas, karena itu Dia datang menyatakan diri-Nya dan berkata, "Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya." (Yohanes 20:29)

Ikuti Kami