Terobosan Terjadi Saat Pengampunan Dilepaskan
Kalangan Sendiri

Terobosan Terjadi Saat Pengampunan Dilepaskan

Aprita L Ekanaru Official Writer
      85

Markus 2: 5-7 , 10-12  

"Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: ”Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!” Tetapi di situ ada juga duduk beberapa ahli Taurat, mereka berpikir dalam hatinya: ”Mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghujat Allah. Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?”... Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa” – berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu –: ”Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!” Dan orang itu pun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya dan pergi ke luar di hadapan orang-orang itu, sehingga mereka semua takjub lalu memuliakan Allah, katanya: ”Yang begini belum pernah kita lihat.”"

Dalam hidup seringkali kita mencari kesembuhan atau jalan keluar hanya secara fisik atau yang dapat terlihat saja, namun Tuhan ingin membereskan akar masalahnya terlebih dahulu, yaitu apa yang ada di dalam hati kita. 

Dalam kisah ini, orang lumpuh tersebut datang untuk bisa berjalan kembali (pemulihan fisik). Namun, Yesus justru pertama kali berkata di Markus 2: 5, "Dosamu sudah diampuni." Ini mengajarkan bahwa terobosan sejati dimulai dari apa yang ada di dalam hati kita. Ketika hambatan dosa atau beban di hati diselesaikan, penghalang antara manusia dan kuasa Allah runtuh, membuka jalan bagi mukjizat lainnya. 

Kata "dilepaskan" menyiratkan sebuah pembebasan. Pengampunan melepaskan kita dari rasa bersalah, penyesalan, atau kepahitan yang selama ini "melumpuhkan" langkah hidup kita. Tanpa pengampunan, seseorang mungkin sehat secara fisik, tetapi jiwanya tetap terbaring tidak berdaya. 

Yesus menunjukkan bahwa Dia memiliki kuasa untuk mengampuni dosa. Ketika Dia berkata, "Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu," itu adalah bukti nyata bahwa apa yang terjadi di alam roh (pengampunan) memiliki dampak langsung di alam fisik (kesembuhan). Terobosan terjadi ketika kita mengakui otoritas Tuhan di atas segala keterbatasan kita. 

Tempat tidur yang tadinya menjadi simbol kelemahan dan ketergantungan orang lumpuh tersebut, kini justru ia angkat sendiri. Sebelum pengampunan, ia dikendalikan oleh situasinya, sesudah pengampunan ia memegang kendali atas hidupnya melalui kuasa Tuhan. 

Saat ini cobalah kamu renungkan sejenak dan cari tahulah satu hal yang paling membuatmu merasa berat untuk melangkah. Jika itu kesalahan masa lalu, terimalah pengampunan Tuhan hari ini. Jika itu kesalahan orang lain, lepaskanlah pengampunan itu agar bebanmu terangkat. 

 

Refleksi diri:

1. Adakah dosa, luka, atau kepahitan yang selama ini diam-diam membuat langkah hidupku terasa lumpuh dan belum sungguh-sungguh aku lepaskan di hadapan Tuhan?

2. Kepada siapa aku perlu memberikan pengampunan hari ini agar hatiku dibebaskan dan terobosan Tuhan bisa nyata dalam hidupku?

Ikuti Kami