Jalan Pintas yang Justru Mendatangkan Badai

Renungan Harian / 1 November 2026

Jalan Pintas yang Justru Mendatangkan Badai
Aprita L Ekanaru Official Writer
      254

“Tetapi Yunus bersiap untuk melarikan diri ke Tarsis, jauh dari hadapan TUHAN; ia pergi ke Yafo dan mendapat di sana sebuah kapal, yang akan berangkat ke Tarsis. Ia membayar biaya perjalanannya, lalu naik kapal itu untuk berlayar bersama-sama dengan mereka ke Tarsis, jauh dari hadapan TUHAN.”

Yunus 1:3

 

Saudaraku, pernahkan kamu berada dalam situasi yang rasanya begitu menyesakkan sampai kamu hanya ingin semuanya segera berakhir? Tagihan terus berdatangan, pekerjaan terasa berat, atau masalah keluarga tak kunjung menemukan titik terang. Dalam keadaan seperti itu, wajar kalau kita ingin segera menemukan jalan keluar.

Namun, karena ingin cepat lepas dari tekanan, kita bisa tergoda mengambil keputusan instan tanpa perlu pertimbangan. Kita menambah utang untuk menutup utang lama tanpa rencana yang jelas, berbelanja demi melupakan masalah, atau mengambil keputusan besar saat emosi sedang memuncak. Sesaat, pilihan itu mungkin terasa melegakan. Namun, setelahnya, persoalan yang kita hadapi terkadang bisa jadi bertambah rumit.

Ayat Yunus 1:3 mengatakan, Yunus juga pernah memilih untuk pergi ke arah yang berlawanan dari perintah Tuhan. Ketika Tuhan memintanya pergi ke Niniwe untuk memperingatkan bangsa itu atas kejahatan mereka, ia justru berangkat ke Yafo dan menemukan kapal menuju Tarsis. Kapal itu tersedia, dan Yunus pun membayar ongkosnya. Namun, kemudahan menemukan kapal bukan berarti ia sedang berjalan dalam ketaatan. Dalam perjalanannya, Tuhan mendatangkan badai besar yang membuat Yunus dan orang-orang di kapal berada dalam bahaya.

Saudaraku, saat menghadapi masalah atau krisis, mungkin ada pilihan yang terlihat seperti jalan keluar tercepat. Mungkin hari ini ada “kapal ke Tarsis” yang kamu lihat seperti jawaban cepat atas masalahmu. Tapi sebelum mengambilnya, mari berhenti sejenak dan bertanya dengan jujur kepada diri sendiri: "Apakah aku sedang mencari jalan keluar dari Tuhan, atau hanya mencari jalan pintas untuk lari dari proses-Nya yang sedang kuhadapi?"

Hari ini, bawalah pergumulan dan setiap pilihanmu dalam doa. Mintalah Tuhan menuntunmu agar kamu tidak sekadar mengambil langkah yang terasa paling mudah, tetapi langkah yang bijaksana dan sejalan dengan kehendak-Nya.

 

Doa:

Tuhan, ketika masalah terasa berat, aku sering ingin segera mencari jalan keluar dengan caraku sendiri. Tenangkan hatiku dan berikan aku hikmat untuk melihat setiap pilihan dengan jernih. Tolong aku untuk mendengar tuntunan-Mu dan mengambil langkah yang bijaksana. Dalam nama Yesus, amin.

Paskah Telaumbanua
Paskah Telaumbanua 1 November 2026 06:25

Blessed.

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?